Gondrong Menggugat Penafsiran dan Pemahaman Bengcu :
Pembahasan Yehezkiel 28 :11-19
Salah satu dasar yang digunakan hai-hai untuk membentuk ajarannya tentang asal mula iblis mahamulia adalah Yehezkiel 28:11-19. Saat ini, saya akan membahas Yehezkiel 28:11-19 dimana dalam membahas perikop ini, harus dibahas lengkap dengan konteks-konteksnya yaitu mulai Yehezkiel pasal 26. Kenapa ? Karena dalam membahas Yeh 28:11-19, saya dan saudara harus tahu LATAR BELAKANG firman yang disampaikan Allah kepada nabi Yehezkiel untuk diberitakan kepada raja Tirus. Untuk memahami hal ini saudara harus memahami : Siapakah Raja Tirus ? adakah Tirus ? kenapa Firman pada perikop ini aneh ? apa asal muasal atau penyebab Firman ini diberikan Allah kepada raja Tirus ? mau tidak mau, suka tidak suka, hal ini jelas mengkonfirmasi bahwa kita harus mengetahui latar belakang Firman ini, agar pemahaman saudara dalam perikop ini tidak keluar dari KONTEKS/TUJUAN ALKITAB. Karena itulah pembahasan saya eksposisi mulai dari Yehezkiel 26, bahkan lebih jauh lagi saya bahas runtut secara garis besar dari pasal 1.
Berikut ini adalah pembahasan Yehezkiel pasal 26 sampai pasal 28:19 secara komprehensif.
Pembahasan Pasal 26
1 Pada tahun kesebelas, dalam bulan yang tertentu, pada tanggal satu bulan itu, datanglah firman TUHAN kepadaku:
Firman ini ditujukan kepada nabi Yehezkiel, Ayat satu ini adalah suatu identitas penanggalan kapan nabi Yehezkiel mendapat Firman Tuhan yang berkaitan dengan Tirus. Tahun kesebelas ini menunjuk pada tahun antara tahun 587-586 BC (Dari NIV Study Bible).
Sebelum melangkah lebih jauh ke ayat yang lain, kita harus mengetahui terlebih dahulu identitas nabi Yehezkiel dan tema pokok dari Kitab Yehezkiel ini. Agar dalam hermeneutik bagian pasal 26-28 kita tidak keluar konteks.
Yehezkiel adalah seorang nabi besar pada masa pembuangan dan dia menyampaikan pesan dan nubuatan tentang malapetaka dan penghiburan antara tahun 592 SM dan 570 SM (Lihat Yehzkiel 1:1-2 dan 29:17)(Penanggalan ini saya ambil dari NIV Study Bible). Yehezkiel telah menjadi tawanan Babel pada masa pembuangan kedua yaitu : tahun 597 (NIV Study Bible Note hal 1362 dan Ensiklopedi Alkitab Masa Kini hal 554) dan dia menghabiskan sisa hidupnya disekitar sungai Kebar.
Adapun fokus utama dari nabi ini ada dalam pasal 1-3 Kitab Yehezkiel. Dimana sang Nabi ini :
Pasal 1 : Melihat Kemuliaan Allah Yang MAHAMULIA (diayat 28) (NIV : Like the appearance of a rainbow in the clouds on a rainy day, so was the radiance around him. This was the appereance of the likeness of the glory of the Lord. When I saw it, I fell facedown, and I heard the voice of one speaking). Ayat 1-28 ini juga melawan premis dari hai-hai bahwa IBLIS MAHAMULIA. Disini kita dapat melihat ke-MAHAMULIAAN ALLAH yang LUAR BIASA. Apakah reksi dari sang nabi Yehezkiel pada saat dia melihat kemuliaan Allah? Sang nabi langsung sembah sujud dan siap untuk mendengar FIRMAN Tuhan. Bagimana dengan reaksi kita sadar dan menyadari bahwa ALLAH itu MAHAMULIA? Apakah hati kita dan hidup kita pun tunduk kepada Allah seperti Yehezkiel? Atau kita langsung melawan Allah dengan frontal dengan menyatakan IBLIS MAHAMULIA, maka hidupku secara sadar dan tidak sadar akan kupersembahkan kepada iblis?
Pasal 2 : Dipanggil untuk menjadi nabi Allah yang menerima Firman dan menyampaikannya kepada orang Israel, bangsa pemberontak yang telah memberontak terhadap Allah (ayat 3 dan 4) tanpa kompromi (ayat 6 dan 7). Dibagian ini kita melihat panggilang sang Nabi untuk membertitakan Firman tanpa tebang pilih dan tanpa takut dan gentar terhadap apapun dan siapapun !!! Sudahkah kita memberitakan Firman Tuhan kepada sesama kita ? sudahkah kita menjadi mercusuar-mercusuar kehidupan bagi sesama kita? Ataukah kita hanya memiliki pengetahuan tentang Firman tanpa hidup didalamnya !!
Pasal 3 : Diberikan kuasa Tuhan atau menempatkan tangaNya atas nabi Yehezkiel (ayat 14 ; dan hampir keseluruhan pasal 3 baik secara tersirat dan tersurat mengkonfirmasi akan hal ini). Kenapa Allah perlu menempatkanTanganNya/KuasaNya diatas nabi Yehezkiel, hal itu tidak lain karena kemampuan sang nabi untuk memberitakan Firman Tuhan ditentang secara keras dan dilawan oleh para pendengarnya. Disini kita pun dikonfirmasi bahwa dengan adanya tangan atau kuasa Allah diatas nabi Yehezkiel ternyata hal ini mengkonfirmasi bahwa sang Nabi Yehezkiel 100% bersandar pada Allah. Bagaimana dengan kita, sudahkah dalam segala pertentangan kehidupan yang terjadi kita sudah bersandar pada kuasa Allah ? ataukah kita bersandar pada kemampuan kita sendiri? Orang Kristen dalam hal ini harus meneladani sikap hidup sang Nabi !!!
Diatas telah dibahas tiga titik sentral sang Nabi, sekarang kita akan melihat konteks yang berikutnya dari Kitab Yehezkiel.
Saudaraku yang terkasih, bagian pertama dari Kitab Yehezkiel yaitu dari pasal 1-24 berisi tentang hukuman kepada Israel karena penyembahan berhala, sikap sesat dan pelanggaran Israel akan perjanjiannya dengan Allah serta keselamatan pada hari TUHAN. Praktik penyembahan berhala yang dilakukan oleh bangsa Israel bukan hanya satu bentuk (Yehezkiel 14:3 ; NIV Study Bible ; ”Son of man, these men have set up idols in their hearts and put wicked stumbling blocks before their faces. Should I let them inquire of me at all) bahkan mereka menjunjung/menaruh berhala dalam hati mereka (hatinya terikat dengan berhala). Salah satu ILUSTRASI kesalahan paling fatal yang dilakukan oleh Israel terdapat pada Yehezkiel 8:1-18. Salah satu metafora untuk pelanggaran perjanjian adalah persundalan, yang tertera dalam Yehezkiel 16:1-59 dan 23:1-49.
Dan bagian kedua Kitab Yehezkiel yaitu pasal 25-32 berisi tentang nubuatan penghukuman akan bagsa-bangsa lain karena mereka telah menghina dan menginjak-injak Israel. Hal ini nampak pada : Bani Amon = Yehezkiel 25: 3,4 dan 6 ; Bangsa Moab Yehezkiel 25: 8 dan 9 ; Bangsa Edom = Yehezkiel 25:12 ; Bangsa Filistin = Yehezkiel 25:15 ; Bangsa Tirus = Yehezkiel 26: 2 ; Sidon dan bangsa-bangsa lain = Yehezkiel 28:26.
Bagian lain dari Kitab Yehezkiel (Yehezkiel pasal 33-39 dan pasal 40-48) tidak akan saya bahas. Dimana pada bagian lain dari kitab Yehezkel ini pun masih berisi tentang hukuman dan pemulihan Israel yang baru. Dan bila diruntut dari awal Kitab ini maka jelas bahwa pokok dari Teologi Kitab Yehezkiel adalah tentang hukuman. Inilah Konteks Kitab nabi Yehezkiel, siapapun yang akan membahas dan menggali kitab Yehezkiel, haruslah mengerti konteks-konteks diatas, bila tidak diakan tersesat dalam pikirannya sendiri bahkan akan menabrak ajaran-ajaran Alkitab.
2 “Hai anak manusia, oleh karena Tirus berkata mengenai Yerusalem: Syukur! Sudah rusak pintu gerbang bangsa-bangsa itu; ia akan beralih kepadaku, sehingga aku menjadi penuh, tetapi ia menjadi reruntuhan.
Ayat ini telah memberikan dasar yang kuat bagi kita untuk mengetahui bahwa Yehezkiel pasal 26 sampai Yehezkiel pasal 28 ayat 19 adalah suatu NUBUATAN dan RATAPAN bagi TIRUS. Hanya orang yang tidak pernah belajar ALKITAB baik-baiklah yang mengatakan bahwa ayat ini bagi IBLIS. Tirus telah mengejek dan menghina Israel bahkan mereka akan ikut ambil bagian dalam menjajah dan menghancurkan Israel , sebab itu mereka dihukum Allah. Mungkin timbul pertanyaan Apakah Tirus itu ? Apakah memang daerah Tirus itu ada ? Disini kita harus mengerti tentang Tirus. Bila tidak kita akan salah mengerti Alkitab dan mengartikan Tirus dan Raja Tirus dengan hal yang tidak-tidak bahkan hal yang diluar konteks seperti iblis, setan dll.
Pembahasan mengenai Tirus
Berikut Kutipan dari :
Easton’s Bible Dictionary
Tyre a rock, now es-Sur; an ancient Phoenician city, about 23 miles, in a direct line, north of Acre, and 20 south of Sidon. Sidon was the oldest Phoenician city, but Tyre had a longer and more illustrious history. The commerce of the whole world was gathered into the warehouses of Tyre. (Perdagangan dari seluruh dunia berkumpul digudang penyimpanan Tirus) “Tyrian merchants were the first who ventured to navigate the Mediterranean waters; and they founded their colonies on the coasts and neighbouring islands of the Aegean Sea, in Greece, on the northern coast of Africa, at Carthage and other places, in Sicily and Corsica, in Spain at Tartessus, and even beyond the pillars of Hercules at Gadeira (Cadiz)” (Driver’s Isaiah). In the time of David a friendly alliance was entered into between the Hebrews and the Tyrians, who were long ruled over by their native kings (2Sa 5:11; 1Ki 5:1; 2Ch 2:3).
Tyre consisted of two distinct parts, a rocky fortress on the mainland, called “Old Tyre,” and the city, built on a small, rocky island about half-a-mile distant from the shore. It was a place of great strength. (Tirus terdiri dari 2 bagian utama, yang pertama adalah sebuah rocky fortress/benteng berbatu yang berada didaratan utama yang dinamakan Tirus lama dan yang kedua adalah sebuah kota yang dibangun diatas sebuah pulau berbatu yang terletak ½ mil dari pantai. Dimana ini adalah suatu tempat yang sangat kokoh)It was besieged by Shalmaneser, who was assisted by the Phoenicians of the mainland, for five years, and by Nebuchadnezzar (B.C. 586-573) for thirteen years, apparently without success. It afterwards fell under the power of Alexander the Great, after a siege of seven months, but continued to maintain much of its commercial importance till the Christian era. It is referred to in Mt 11:21; Ac 12:20. In A.D. 1291 it was taken by the Saracens, and has remained a desolate ruin ever since.
“The purple dye of Tyre had a worldwide celebrity on account of the durability of its beautiful tints, and its manufacture proved a source of abundant wealth to the inhabitants of that city.”
Both Tyre and Sidon “were crowded with glass-shops, dyeing and weaving establishments; and among their cunning workmen not the least important class were those who were celebrated for the engraving of precious stones.” (2Ch 2:7,14).
The wickedness and idolatry of this city are frequently denounced by the prophets, and its final destruction predicted (Isa 23:1; Jer 25:22; Eze 26; 28:1-19; Am 1:9-10; Zec 9:2-4).
Here a church was founded soon after the death of Stephen, and Paul, on his return from his third missionary journey spent a week in intercourse with the disciples there (Ac 21:4). Here the scene at Miletus was repeated on his leaving them. They all, with their wives and children, accompanied him to the sea-shore. The sea-voyage of the apostle terminated at Ptolemais, about 38 miles from Tyre. Thence he proceeded to Caesarea (Ac 21:5-8).
“It is noticed on monuments as early as B.C. 1500, and claiming, according to Herodotus, to have been founded about B.C. 2700. It had two ports still existing, and was of commercial importance in all ages, with colonies at Carthage (about B.C. 850) and all over the Mediterranean. It was often attacked by Egypt and Assyria, and taken by Alexander the Great after a terrible siege in B.C. 332. It is now a town of 3,000 inhabitants, with ancient tombs and a ruined cathedral. A short Phoenician text of the fourth century B.C. is the only monument yet recovered.”
Dari kutipan, kita dapat mengetahui bahwa. Tirus jelas suatu daerah yang memiliki Raja atau pemimpin. Daerah Tirus berada disebelah selatan Sidon dan berada di sebelah utara Megido dan bila saudara memiliki peta bumi Alkitab maka dari peta tersebut kita dapat melihat bahwa Tirus adalah salah satu daerah tetangga dari Israel. Tirus adalah suatu kota berkubu yang terletak dipinggir laut Mediterania disebelah selatan kota Sidon.
Jadi Tirus adalah suatu nama daerah yang memiliki 2 bagian utama. Yang satu berada di suatu pulau yang terletak ½ mil dari tepi pantai. Dan yang satu berada di daratan utama. Hal ini dapat dianalogikan sebagai Jawa Timur, yang satu berada dikawasan Pulau Madura dan yang satu berada dikawasan Surabaya. Tapi tetap dinamakan propinsi Surabaya. Hal itu juga berlaku dengan Tirus, walaupun yang satu berada dilain pulau dan yang satunya berada didataran Timur Tengah tapi tetap dinamakan sebagai sebagai daerah Tirus. Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwa Tirus adalah salah satu pusat perdagangan dunia selain Babel dimana segala kemewahan serta kekayaan dari perdagangan adalah penyebab utama timbulnya peradaban yang rusak.
Meskipun Jarak Tirus cukup jauh (untuk Tirus yang berada didaratan utama mencapai 800 km), akan tetapi karena mereka telah menghina Israel (Yeh 26:2), maka Tangan Allah tetap menghukum Tirus tanpa memandang jarak. Hal ini sesuai dengan Teologi Kitab Yehezkiel, yaitu penghukuman dan ini termasuk penghukuman bagi daerah tetangga Israel.
3 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Tirus. Aku akan menyuruh bangkit banyak bangsa melawan engkau, seperti lautan menimbulkan gelombang-gelombangnya.
Ayat 3 sampai ayat 21 adalah suatu penghukuman yang diberikan oleh Allah kepada Tirus. Pada ayat 3 ini secara spesifik menunjukkan bahwa Tuhan Allah yang menjadi lawan dari Tirus. Tuhan Allah sendiri yang akan membangkitkan bangsa-bangsa untuk melawan Tirus. Analogi yang digunakan pada ayat 3 ini adalah analogi gelombang-gelombang laut. Ini adalah suatu hal yang mengerikan akibat dari perkataan, pikiran dan perbuatan Tirus sendiri terhadap Yerusalem. Disini kita dapat melihat yang disebut sebagai KEDAULATAN ALLAH dan PROVIDENSI Allah yang dilakukan terhadap Yerusalem maupun Tirus. Dimana Allah yang turut bekerja dalam segala hal untuk kemuliaanNya sendiri.
4 Mereka akan memusnahkan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya, debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya dan akan Kujadikan dia gunung batu yang gundul.
Ayat 4 ini menunjukkan bahwa negara yang begitu besar (ingat Tirus termasuk salah satu negara dagang terbesar didunia) akan dimusnahkan oleh tangan Tuhan yang kuat. Tembok-tembok Tirus disini = Tembok Berkubu, akan dimusnahkan Tuhan beserta menara-menaranya. debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya dan akan Kujadikan dia gunung batu yang gundul. Hal ini merupakan hiperbol ungkapan dari penghancuran total yang akan dilaksanakan Allah terhadap Tirus. Sehingga dir ayat in, yang tersisa di Tirus hanya”gunung batu” hal ini jelas menyatakan bahwa yang tersisa adalah hamparan tanah kosong pada Tirus.
5 TB : Ia akan menjadi penjemuran pukat di tengah lautan, sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH; ia akan menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa.
Ayat 5 ini menunjukkan bahwa Tirus akan menjadi tempat jarahan dari bangsa-bangsa lain. Sangat ironis memang, maksud Tirus pertama dia ingin menjarah Israel tetapi sekarang justru Tangan Tuhan akan berbalik menghajar Tirus bahkan menjadikannya sebagai tempat jarahan bagi bangsa lain.
6 Dan anak-anaknya perempuan, yang tinggal di daratan akan ditewaskan dengan pedang. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
Dari ayat 6 ini, kita dapat mengetahui bahwa anak-anak perempuan Tirus yang tinggal didaratan (mainland) akan dibunuh dengan pedang.
Dan pernyataan tersebut dilanjutkan : mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. Pernyataan ini bila dilihat dari latar belakang dan dan penjelasan sebelumnya, hal ini memberitahukan bahwa bangsa Tirus memang memiliki konsep penyembahan mereka sendiri dan iman mereka jelas berbeda dengan iman orang Israel. Sangat memungkinkan mereka mengetahui iman bangsa Israel karena penyembahan yang dilakukan oleh Israel kepada YAHWE sangat berbeda dg bangsa lain akan tetapi bangsa Tirus belum percaya kepada Allah Israel bahkan mereka menghina YAHWE dengan rencana mereka untuk menindas Israel, dimana pikiran bangsa Tirus tidak menyangka banhwa Allah Israel adalah Allah Yang Hidup, Allah Israel adalah Allah Yang Satu-satunya sehingga pada saat mereka akan menjajah justru terkena kutukan dari Allah sendiri. Dimana melalui kehancuran dan pembunuhan orang-orang Tirus inilah bangsa Tirus dapat mengetahui bahwa Allah Israel adalah Allah Yang Hidup !!!
7 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membawa dari utara raja Nebukadnezar, raja Babel, raja segala raja untuk melawan Tirus dengan memakai kuda, kereta, pasukan berkuda, dan sekumpulan tentara yang banyak.
Bila nubuatan Allah diayat sebelumnya tidak menunjuk kepada suatu bangsa secara spesifik, pada ayat 7, Allah memberitahukan bahwa bangsa Babel-lah yang akan menghancurkan bangsa Tirus, bahkan lebih spesifik lagi Allah mengkonfirmasi bahwa Raja Babel-lah yang akan membawa pasukan berkuda dan pasukan tempurnya(termasuk sekutu-sekutunya) untuk menghancurkan Tirus. Disini kita melihat bahwa Allah Israel itu hidup, Allah Israel itu MahaKuasa dan Allah Israel berbeda dengan allah agama-agama lain termasuk Islam, Konghucu, Budha dan agama-agama lain. Nubuatan secara spesifik seperti yang telah diFirmankanNya benar-benar terjadi…Puji Tuhan. Disini jelas dikonfirmasi bahwa Allah TriTunggal adalah Allah yang hidup, saya dan saudara tidak perlu takut dan gentar akan hari esok, bahkan kepada orang yang memusuhi kita sekalipun karena kuasa dan kedaulatan bahkan rencana Allah yang terbaik bagi setiap anak-anakNya sudah ada sejak dari kekekalan sampai kekekalan.
8 Anak-anakmu perempuan yang tinggal di daratan akan dibunuhnya dengan pedang; ia akan menimbun tembok pengepungan dan menyusun alat-alat pendobrak dan memasang perisai melawan engkau.
9 Tumbukan alat pendobraknya akan dilancarkan terhadap tembok-tembokmu dan menara-menaramu akan dirobohkan dengan beliung-beliungnya.
Pada ayat 8 dan 9 ini, secara spesifik menjelaskan ayat 4 dan ayat 6 dimana kata-kata ia ini menunjuk pada bangsa yang menjajah Tirus dimana mereka akan membunuh anak-anak perempuan Tirus yang tinggal didaratan (mainland) bahkan ayat inipun mengkonfirmasi bahwa bangsa yang dipakai Tuhan inilah yang akan menghancurkan dan merobohkan tembok berkubu beserta menara-menara bangsa Tirus.
10 Kudanya adalah begitu banyak, sehingga engkau akan ditutupi oleh abu; karena derap pasukan berkudanya dan kertak roda keretanya tembok-tembokmu akan gemetar, kalau ia memasuki pintu-pintu gerbangmu seperti orang memasuki kota yang sudah terbuka karena pendobrakan.
Ayat 10 ini memberikan gambaran kronologis pada hari kejatuhan Tirus dimana pada saat bangsa yang akan dipakai Tuhan untuk menghancurkan Tirus, sesudah mendobrak tembok berkubu Tirus, mereka akan masuk kedalam kota. Di ayat ini dikatakan bahwa pasukan berkuda dari bangsa penjajah ini berjumlah sangat banyak sehingga dikatakan seluruh kota akan tertutup abu. Bahkan lebih dari itu disini pun dinyatakan bahwa pada saat pasukan berkuda memasuki kota, maka tembok-tembok kota akan gemetar.
11 Dengan kaki kuda-kudanya ia hendak menginjak-injak semua jalan-jalanmu, rakyatmu akan dibunuh dengan pedang, dan tugu-tugu yang kauandalkan akan dirobohkan ke tanah.
Ayat 11 ini pun secara jelas menggambarakan apa yang akan terjadi pada Tirus, dimana Tirus akan dimasuki dan dihancurkan bangsa yang dipakai Tuhan untuk menghancurkan Tirus, bahkan rakyatnya pun akan dimusnahkan dengan pedang pasukan bangsa ini dan tugu-tugunya yang menjadi andalan bangsa Tirus akan dirobohkan rata dengan tanah.
12 Mereka akan merampas kekayaanmu dan menjarah barang-barang perniagaanmu; mereka akan meruntuhkan tembok-tembokmu dan merobohkan rumah-rumahmu yang indah; batumu, kayumu dan tanahmu akan dibuang ke dalam air.
Pada ayat 12 ini adalah salah satu nubuatan yang mengerikan, maksud Tirus, dia ingin menjajah Yerusalem dan merampas segala harta bendanya, sekarang justru Tuhan Allah memakai bangsa lain (termasuk Babel) untuk merampas dan menjarah harta kekayaan dan barang-barang perniagaan bangsa Tirus, bahkan bangsa lain ini akan meruntuhkan dan merobohkan tembok-tembok dan rumah-rumah penduduk bangsa Tirus, bahkan segala sesuatu yang dimiliki bangsa Tirus yang sudah tidak dapat diambil oleh bangsa penjajah ini karena merupakan sampah akan dibuang kelaut. Disini terlihat betapa dahsyatnya penghukuman Allah terhadap bangsa-bangsa yang menghina Israel, tetapi nubuatan ini bukanlah puncak dari nubuatan penghukuman, penghukuman dari Allah akan menjadi semakin bertambah mengerikan pada ayat-ayat sesudah ini.
13 Aku akan mengakhiri keramaian nyanyianmu dan suara kecapimu tidak akan kedengaran lagi.
Ayat ini mengkonfirmasi keadaan Tirus sebelumnya dimana kota ini adalah suatu kota indah yang penuh dengan suara nyanyian dan kecapi dari penduduk Tirus. Dan akibat dari jajahan yang akan mereka terima dari bangsa yang dipakai Tuhan untuk menghajar mereka, maka tidak akan ada lagi nyanyian dan suara kecapi lagi diTirus. Ini adalah suatu hal yang sangat ironis.
14 Aku akan menjadikan engkau gunung batu yang gundul dan dengan demikian engkau akan menjadi penjemuran pukat, sehingga engkau tidak akan dibangun kembali, sebab Aku, Tuhanlah yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Ayat ini secara garis besar merupakan perulangan dari ayat 4 dan 5. Pada ayat 14 ini dikemukakan bahwa :
1. Tirus akan dihancurkan secara total sehingga kembali kebentuk semula yaitu gunung batu. Bahkan dikatakan bahwa Tirus tidak akan dibangun kembali.
2. Tirus akan menjadi tempat jarahan bangsa-bangsa lain.
3. Allah Israel mengkonfirmasi pernyatanNya bahwa YHWH-lah yang mengatakannya.
15 Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Tirus: Apakah daerah pesisir tidak akan gemetar mendengar derum kejatuhanmu, kalau orang-orang yang berebahan mengerang karena pembunuhan bersimaharajalela di tengah-tengahmu?
16 Semua pemuka bangsa-bangsa yang di tepi lautan akan turun takhta dan menjauhkan jubah-jubah kerajaannya dan menanggalkan pakaiannya yang berwarna-warna. Mereka akan diliputi kegentaran dan akan duduk di tanah; mereka akan gentar senantiasa dan kaget melihat engkau.
Ayat 15 dan ayat 16 ini adalah nubuatan respon bangsa-bangsa didaerah pesisir (coastland) yang gemetar melihat kehancuran Tirus . Para pemuka diayat 16=the prince = The King(dalam NIV study Bible). Pada NIV Study Bible, para pemuka, diambil dari kata prince yyang berrati pangeran dan dalam note dari NIV Study Bible dinyatakan sebagai Raja-Raja yg mengacu pada Yehezkiel 27:35 yang kemungkinan besar adalah para patner dagang bangsa Tirus dan mereka akan gentar bahkan mereka akan duduk diatas tanah dan sangat terkejut melihat kehancuran Tirus.
17 Dan mereka akan mengucapkan suatu ratapan mengenai engkau dan akan mengatakan kepadamu: Bagaimana engkau, hai kota yang terpuja, hilang dari lautan, kota yang berkuasa di laut, engkau dengan pendudukmu, yang menimbulkan ketakutan pada penduduk di daratan?
18 Sekarang, daerah pesisir jadi gentar pada hari jatuhmu, ya, daerah pesisir yang di tepi laut gempar mendengar kesudahanmu.
Ayat 17 dan 18 adalah suatu ratapan bangsa lain terhadap kejatuhan dan kehancuran Tirus. Diayat 17 mengkonfirmasi bahwa Tirus yang berada dilautan adalah suatu kota yang berkuasa, bahkan kota Tirus yang berada dilaut ini menebar ketaktan terhadap mereka yang tinggal didaratan. Diayat 18 mengkonfirmasi bahwa daerah pesisir daratan takut dan gentar terhadap kejatuhan Tirus. Mungkin kita bertanya, kenapa? Tirus yang hebat, memiliki kekuatan yang dahsyat dan memiliki kuasa saja jatuh apalagi kota-kota lain didaerah pesisir yang secara kualitas dan kuantitas jauh lebih kecil dari Tirus. Inilah penyebab mereka takut dan gentar.
19 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada saat Aku menjadikan engkau kota reruntuhan, seperti kota-kota yang tidak berpenduduk lagi, kalau Aku menaikkan pasang samudera raya atasmu dan air banjir menutupi engkau,
20 maka Aku akan menurunkan engkau, supaya engkau bersama-sama di sana dengan orang-orang yang turun ke liang kubur, kepada bangsa dahulu kala, dan Aku akan membuat engkau tinggal di bumi yang paling bawah seperti reruntuhan dahulu kala, bersama dengan orang-orang yang turun ke liang kubur, supaya engkau jangan lagi didiami orang, dan jangan tampil lagi di negeri orang-orang hidup.
21 Aku menentukan bagimu akhir hidupmu yang mendahsyatkan dan engkau tidak terjumpa lagi. Engkau dicari orang, tetapi tidak ditemui lagi untuk selama-lamanya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”
Ayat 19 diawali dengan “Tuhah Allah Yang Berdaulat”/The Sovereign Lord (NIV). Hal ini menunjukkan identitas Allah yang memang sungguh-sungguh berdaulat penuh atas segala sesuatu,segala sesuatu berada didalam kuasaNya termasuk alam dan manusia, segala sesuatu ini digunakan untuk Kemuliaan Nama-Nya. Ayat 19-21 adalah suatu puncak nubuatan dari Bangsa Tirus dimana bangsa Tirus akan dimusnahkan selama-lamanya oleh Allah (ayat 21) dan kota Tirus ditengah laut ini tidak akan pernah muncul kembali. Ungkapan menggunakan air bah untuk menenggelamkan Tirus dan menaikkan air pasang samudera adalah suatu nubuatan yang mengerikan dimana Tirus akan dimusnahakan Tuhan Allah sehingga orang tidak dapat lagi mengenal tempat ini kembali. Hukuman ini adalah puncak dari nubuatan hukuman bagi Tirus oleh Allah akibat perbuatan, pikiran dan perkataan mereka terhadap bangsa Israel.
Pembahasan Yehezkiel 27
27:1 Datanglah firman TUHAN kepadaku:
Ayat 1 ini kembali mengkonfirmasi bahwa Firman Tuhan dinyatakan kepada nabi Yehezkiel
27:2 “Hai engkau anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai Tirus,
Ayat 2 ini merupakan suatu identitas dari ratapan ini. Diayat dikatakan bahwa ini adalah suatu ratapan mengenai Tirus hal ini sesuai dengan konteks pasal 26 tentang hukuman Tirus seperti pada penjelasan yang panjang lebar diatas. Ayat diatas ini tidak boleh ditafsirkan keluar konteks karena itu justru melawan ajaran Alkitab ini sendiri. Apakah ratapan itu : ratapan adalah (saya kutip dari NIV Study Bible) A chant usually composed for funeral of fallen leaders (as in 2 Sam 1:17-27), but often used sarcastically by the OT prophet to lament or to ironically predict the death of a nation (Nyanyian untuk pemakaman pemimpin yang jatuh, tetapi sering digunakan sebagi ungkapan yang menyakitkan oleh para nabi PL untuk meratapi para pemimpin/bangsa yang bernasib ironis). Struktur dari ratapan pada pasal 27 ini adalah sebagai berikut : ayat 1-ayat 24 mengisahkan tentang keindahan, kemegahan, kekayaan, dan kemiliteran Tirus, dan ayat 25-ayat36 mengisahkan tentang proses kehancuran dan pembinasaan Tirus.
27:3 dan katakanlah kepada Tirus, yang terletak di pintu masuk lautan, dan yang berdagang dengan bangsa-bangsa di banyak daerah pesisir: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai Tirus, engkau berkata: aku kapal yang maha indah.
27:4 Wilayahmu di tengah lautan; ahli bangunmu membuat keindahanmu sempurna.
27:5 Seluruh badanmu mereka buat dari kayu sanobar Senir, mereka mengambil aras Libanon membuat bagimu tiang layar.
27:6 Pohon tarbantin dari Basan dipakai untuk dayungmu; geladakmu mereka buat dari tulang gading ditatahkan di cemara dari pantai Kitim.
27:7 Layarmu diperbuat dari lenan halus yang berwarna-warni dari tanah Mesir; itulah tandamu. Dan tendamu diperbuat dari kain ungu tua dan kain ungu muda dari pantai Elisa.
Ayat 3-7 ini menyatakan keadaan Tirus yang menyatakan dirinya dengan ungkapan aku kapal yang maha indah(perfect in beauty), ungkapan yang alegori (KBBI : ale·go·ri /alégori/ n Sas cerita yg dipakai sbg lambang (ibarat atau kias) perikehidupan manusia yg sebenarnya untuk mendidik (terutama moral) atau menerangkan sesuatu (gagasan, cita-cita, atau nilai kehidupan, spt kebijakan, kesetiaan, dan kejujuran)
Disini, kita dapat melihat kesombongan Tirus yang menyatakan dirinya sebagai kapal yang maha indah dengan segala pernak perniknya. Kenapa Tirus berani mengungkapkan hal yang demikian ? karena secara materi dia memiliki hampir keadaan yang sempurna. Ingat, Tirus adalah salah satu pusat perdagangan dunia. Pada ayat-ayat setelah ini akan dibahas betapa luar biasa kongsi dagang yang telah dibangun oleh Tirus dan harta benda yang telah dikumpulkan oleh bangsa Tirus.
27:8 Orang Sidon dan Arwad menjadi pendayungmu; tukang-tukangmu, hai Tirus, berada padamu, mereka menjadi pelaut-pelautmu.
27:9 Tua-tua Gebal dengan ahli-ahlinya berada padamu hendak memperbaiki kerusakan-kerusakanmu. Segala kapal laut beserta anak kapalnya berlabuh padamu hendak menukarkan barang dagangannya.
27:10 Orang Persia, Lud dan Put, yang menjadi prajuritmu ada dalam ketenteraanmu. Perisai dan ketopong digantungkan padamu; mereka menambah semarakmu.
27:11 Orang Arwad dan tentaranya memanjat di atas tembok-tembokmu sekeliling dan orang Gamad di atas menara-menaramu; mereka menggantungkan perisai-perisainya pada tembok-tembokmu sekeliling, mereka membuat keindahanmu sempurna.
Ayat 8-11 menyatakan tentang koloni dari Tirus dimana :
1. Orang Sidon dan Arwad adalah para pendayung, ahli perahu (NIV : skilled men) dan para pelaut dari bangsa Tirus.
2. Tua-tua Gebal (NIV : Veteran craftsmen of Byblos) adalah orang-orang yang memperbaiki kapal-kapal Tirus.
3. Para koloni Tirus berlabuh di pelabuhan Tirus untuk menukarkan barang dagangan
4. Orang Persia, Lud dan Put yang ikut ambil bagian dalam koloni Tirus adalah bagian dari kemiliteran Tirus
5. Orang Arwad dan orang orang Gamad ikut ambil bagian pula dalam kemiliteran Tirus.
Sehingga diayat 11 dikatakan membuat keindahanmu sempurna. Penjelasan diatas adalah konteks dari kata sempurna. Sempurna disini artinya Tirus telah menjadi sempurna dengan adanya para koloni yang ikut ambil bagian dalam kemajuan bangsa Tirus.
27:12 Tarsis berdagang dengan engkau dalam segala macam harta yang banyak; mereka menukarkan perak, besi, timah putih dan timah hitam ganti barang-barangmu.
27:13 Yawan, Tubal dan Mesekh berdagang dengan engkau; mereka menukarkan budak-budak, barang-barang tembaga ganti barang-barang daganganmu.
27:14 Dari Bet-Togarma mereka menukarkan kuda kereta, kuda tunggang dan bagal ganti barang-barangmu.
27:15 Orang Rodos berdagang dengan engkau, banyak daerah pesisir menjadi daerah pasaranmu; mereka membawa kepadamu tulang gading dan kayu arang sebagai upeti.
27:16 Edom berdagang dengan engkau karena banyaknya hasil-hasilmu; mereka menukarkan permata batu darah, kain ungu muda, pakaian berwarna-warna, kain lenan halus, karang dan batu delima ganti barang-barangmu.
27:17 Yuda dan tanah Israel berdagang dengan engkau; mereka menukarkan gandum dari Minit, mur, madu, minyak dan balsam ganti barang-barang daganganmu.
27:18 Damsyik berdagang dengan engkau karena banyaknya hasil-hasilmu, karena segala macam barangmu yang banyak. Anggur dari Helbon, bulu domba dari Sakhar,
27:19 dan anggur ditukarkan mereka ganti barang-barangmu; besi yang sudah dikerjakan dari Uzal, kayu teja dan tebu ada di antara barang-barang daganganmu.
27:20 Dedan berdagang dengan engkau dalam kulit pelana untuk menunggang kuda.
27:21 Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau.
27:22 Pedagang Syeba dan Raema berdagang dengan engkau; mereka menukarkan yang terbaik dari segala rempah-rempah dan segala batu permata yang mahal-mahal dan emas ganti barang-barangmu.
27:23 Haran, Kane, Eden, Asyur dan Kilmad berdagang dengan engkau.
27:24 Mereka berdagang di pasar-pasarmu dalam jubah-jubah yang maha indah, kain ungu tua, pakaian yang berwarna-warni, permadani yang beraneka warna dan tali berpilin yang teguh.
Ayat 12-24 menjelaskan kepada kita tentang koloni-koloni dagang Tirus beserta barang-barang dagangan mereka. Para koloni dagang Tirus antara lain :
1. Tarsis yang membuat koloni dagang perak, besi, timah putih dan timah hitam yang akan ditukar dengan apa yang dibutuhkanya (ayat 12). Tarsis mengadakan hubungan dagang ini dikarenakan harta benda Tirus yang sangat berlimpah (NIV : (verse 12)……your great whealth of goods)
2. Yawan, Tubal dan Mesekh membuat koloni dagang budak dan barang-barang tembaga ditukar dengan barang-barang yang dibutuhkannya. (ayat 13)
3. Bet-Togarma membuat koloni dagang kuda kereta, kuda tunggang dan bagal untuk ditukar barang-barang yang dibutuhkannya. (ayat 14)
4. Orang Rodos membuat koloni dagang dengan cara memberi upeti tulang gading dan kayu arang untuk ditukar sebagai pajak mereka dalam berdagang dipesisir daerah Tirus.(ayat 15)
5. Edom membuat koloni dagang pemata batu darah, kain ungu muda, pakaian berwarna-warna, kain lenan halus, karang dan batu delima untuk ditukar dengan barang-barang yang diperlukannya (ayat 16)
6. Yehuda dan Israel pun ikut turut ambil bagian dalam berkoloni dagang dengan Tirus, Israel dan Yehuda menukar gandum dari Minit, mur, madu, minyak dan balsam dan ditukar dengan barang-barang yang diperlukannya. (ayat 17)
7. Damsyik membuat koloni dagang Anggur dari Helbon, bulu domba dari Sakhar dan anggur untuk ditukar barang-barang yang diperlukannya seperti besi dari Uzal, kayu teja dan tebu dan barang-barang lain (ayat 18 dan 19)
8. Dedan ikut ambil bagian dalam koloni dagang dengan Tirus dengan berdagang kulit pelana untuk menunggang kuda (ayat 20)
9. Arab dan para pemuka/pangeran Kedar ikut ambil bagian dalam koloni perdagangan dengan Tirus dengan berdagang anak domba, domba jantan dan kambing jantan (ayat 21)
10. Para pedagang Syeba dan Raema pun ikut koloni dagang Tirus dengan menukarkan segala macam rempah-rempah , batu permata yang mahal dan emas untuk ditukar dengan barang-barang yang dibutuhkannya. (ayat 22)
11. Haran, Kane , Eden, Asyur dan Kilmad pun ikut ambil bagian koloni dagang dengan Tirus dengan berdagang jubah-jubah indah (NIV : Beautiful Garment) , kain ungu tua, pakaian berwarna warni, permadani beraneka warna, dan tali berpilin. (ayat 23 dan 24)
Dari uraian-uraian ayat diatas ini, kita dapat melihat bahwa Tirus adalah suatu bangsa yang merupakan salah satu pusat perdagangan internasinal pada jaman itu dimana bangsa ini termasuk bangsa yang makmur dan kaya raya serta memiliki kekuata militer yang menakjubkan. Secara eksplisit, kita dapat mengetahui bahwa Tirus memiliki pemerintahan dan pemimpin/raja yang berhikmat luar biasa sehingga mereka mampu mengatur hal ini sedemikian rupa dan mendatangkan harta kekayaan dan kekuatan militer yang luar biasa.
27:25 Kapal-kapal Tarsis membawa barang-barang dagangan ini bagimu. Penuh dengan muatan berat engkau di tengah lautan.
Ayat 25 – 36 menggunakan bahasa –alegori- bahwa Tirus dan koloni-koloninya berupa kapal dagang.
Pada ayat 25a(Kapal-kapal Tarsis membawa barang-barang dagangan ini bagimu.) dinyatakan tentang salah satu koloni dagang Tirus yaitu Tarsis yang membawa barang-barang dagangan Tirus. Ayat ini berbicara tentang sekutu dagang dari Tirus.
Pada ayat 25b(Penuh dengan muatan berat engkau di tengah lautan.) adalah penggambaran tentang Tirus yang berupa kapal (ingat ratapan untuk ayat 25-36 berupa alegori) !! Pada ayat 25b terdapat keterangan bahwa kapal Tirus penuh dengan muatan berat (bisa diartikan sebagai segala macam harta bendanya) berada ditengah lautan. Jadi dari ayat ini terdapat 2 titik focus yang berbeda, yang pertama adalah bangsa-bangsa koloni Tirus dan yang kedua adalah bangsa Tirus itu sendiri.
27:26 Ke lautan luas pendayungmu membawa engkau. Tetapi badai timur melandamu di tengah lautan.
Dan diayat 26a (Ke lautan luas pendayungmu membawa engkau) dilanjutkan dengan alegori bahwa kapal Tirus yang penuh dengan harta benda terus didayung oleh para pendayung untuk membawa Tirus pergi berdagang. Ayat ini menjelaskan tentang Tirus yang yang terus membuat koloni dagang dan berusaha untuk memajukan perdagangannya baik secara mandiri maupun melalui para koloninya (ayat 11-24).
Diayat 26b (Tetapi badai timur melandamu di tengah lautan.) (NIV verse 26b : But the east wind will break you to pieces far out of sea (tetapi badai timur akan menghacurkan kamu menjadi potongan-potongan yang berada didalam laut)) ayat 26b adalah kunci untuk membuka ayat 27-36. Diayat ini dikatakan bahwa “kapal Tirus“ terkena badai timur yang menghancurkan kapal Tirus ini menjadi potongan-potongan yang hancur lebur ditengah laut. Ayat ini menjelaskan tentang “badai timur yang menerpa kapal Tirus” yang dapat diartikan penggenapan nubuat hukuman Allah atas perkataan, perubuatan dan keinginan jahat Tirus terhadap Yerusalem. Hal ini harmonis dengan Yehezkiel 26 ayat 2-21.
27:27 Hartamu, barangmu, daganganmu, anak kapalmu dan pelaut-pelautmu, tukang-tukangmu dan pedagang-pedagangmu dengan semua prajurit-prajuritmu yang ada padamu, ya, bersama seluruh penumpang-penumpangmu, terbenam dalam lautan pada hari tenggelammu.
Ayat 27 ini merupakan suatu alegoris gambaran kapal Tirus yang dipenuhi dengan harta benda, barang dagangan, tukang-tukangnya, para pedagang, semua para prajurit beserta para penumpang. Hal ini menyatakan Tirus dengan segala harta benda dan semua koloni-koloninya (lihat penjelasan ayat 9-24) yang semuanya akan mengalami hukuman dan kehancuran total (perhatikan penjelasan pada Yehezkiel 26:1-14).
27:28 Mendengar teriakan pelautmu gemetarlah tanah daratan.
27:29 Mereka turun dari kapalnya, yang mengayun dayung semua. Anak kapal, pelaut semuanya ke daratan lari mereka.
27:30 Ratapan kuat, teriakan pahit diperdengarkan terhadapmu; taruh abu di atas kepala, berguling-guling dalam debu.
27:31 Mereka menggundul diri, demi engkau, dan melilitkan kain kabung; mereka menangis, jiwa merana, karena engkau; suatu ratapan yang pahit.
27:32 Dalam meratap karena engkau mereka mengucapkan, menangiskan ratapan: Siapa seperti Tirus, yang sudah dimusnahkan di tengah lautan?
27:33 Sesudah barangmu datang dari laut engkau mengenyangkan banyak bangsa-bangsa, dengan banyaknya hartamu, daganganmu engkau memperkaya raja-raja dunia.
27:34 Sekarang engkau dirusak dan dilenyapkan dari permukaan laut dan tenggelam di dasar lautan; daganganmu dan seluruh penumpangmu tenggelam dengan engkau.
27:35 Orang pesisir kaget semua melihatmu; raja-rajanya menggigil, mukanya berkerut.
27:36 Pedagang bangsa-bangsa bersuit-suit terhadapmu, akhir hidupmu mendahsyatkan, dan lenyap selamanya engkau.”
Ayat 28-36 ini menggambarkan ratapan dari bangsa-bangsa lain karena nasib Tirus yang ironis. Hal ini harmonis dengan Yehezkiel 26:15-18 dan penjelasannya.
Pembahasan Yehezkiel 28
28:1 Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:
Ayat 1, adalah pernyataan identitas penerima Firman Tuhan yaitu nabi Yehezkiel. Disini dinyatakan bahwa Firman Tuhan datang kepada nabi Yehezkiel.
28:2 “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.
Pada ayat 2a(Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus:) ini nabi Yehezkiel diutus Allah untuk mengatakan kepada suatu nubuatan kepada Raja Tirus. Hal ini masih berhubungan dengan Yehezkiel 26 dan 27 dimana pada Yehezkiel 26 adalah suatu nubuatan penghukuman bagi bangsa Tirus akibat sikap para pemimpin Tirus yang telah menghina dan ingin menindas Yerusalem. Pada bagian ini, dikatakan “katakanlah kepada Raja Tirus”, hal ini menyatakan bahwa nabi Yehezkiel harus mengatakan apa yang diFirmankan Allah kepada Raja Tirus secara langsung.
Pada ayat 2b(Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah) dinyatakan bahwa Raja Tirus telah menjadi tinggi hati, bodoh dan sombong karena dia telah menempatkan dirinya dan segala kepentingan-kepentingannya hanya untuk kehendak dan ambisi pribadi, bukan untuk kemuliaan Allah. Lebih-lebih lagi Raja Tirus telah menghina Yerusalem dan berambisi untuk menjajah Yerusalem, disini dia lupa bahwa Allah Israel adalah Allah yang hidup (secara tersirat pada Yeh 25:3)!!! Dengan dia berpikir demikian, berarti dia telah menghina Allah Israel, yang berarti pula bahwa Raja Tirus telah berpikir dan hatinya pun ikut berkata bahwa dia paling tidak sama berkuasa dengan Allah Israel atau jauh lebih berkuasa dari Allah Israel.
28:3 Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu.
28:4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu.
Ayat 3-4 ini adalah suatu ungkapan yang ironis dan bersifat hiperbol tentang hikmat dari raja Tirus dimana hikmat dari raja Tirus ini sangat luar biasa, dan dengan hikmat ini dia telah menjadikan bangsa Tirus menjadi salah satu pusat perdagangan/bisnis terbesar, ayat ini sangat berkaitan erat dengan Yehezkiel 27:12-24. Dengan hikmat ini, Raja Tirus mengumpulkan harta benda secara luar biasa (hal ini tersirat nampak dari ungkapan Yehezkiel 2-11) baik bagi pribadi maupun bangsanya(dari ayat 3 dan 4).
28:5 Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong
28:6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah
28:7 maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan.
Ayat 5, 6 dan 7 memberikan suatu ungkapan ironis yang lain dari Allah terhadap Raja Tirus. Pada ayat sebelumnya telah dibahas tentang hikmat Raja Tirus. Pada ayat ini dijelaskan bahwa dengan hikmat tersebut ternyata Raja Tirus menggunakannya hanya untuk memuaskan segala keinginan pribadinya yang hanya berorientasi pada kemewahan dunia dan segala harta benda dunia segala macam keunggulan financial. Raja Tirus telah menjadi sombong dengan hikmat dan harta bendanya sehingga Raja Tirus dan penduduknya menjadikan harta benda sebagai berhala dalam hati mereka dengan membayangkan bahwa merekalah yang memiliki kuasa dan otoritas sama dengan Allah inilah yang dimaksud dengan -Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah-.Ternyata kekayaan Raja Tirus dan penduduknya telah membuat mereka mendewa-dewakan diri dengan harta benda sebagai kuasanya.
Ayat 6 dan ayat 7 memiliki korelasi yang sangat dekat. Dimana ayat 6 dijelaskan bahwa hati dari Raja Tirus yang menempatkan diri sama dengan Allah adalah penyebab utama dari segala macam hukuman yang diberikan Allah kepada bangsa Tirus sehingga Allah akan membawa orang asing untuk melawan Raja Tirus dan bangsa Tirus. Diayat 7 ini dikatakan bangsa yang paling ganas yang akan dibawa oleh Allah, arti dari bangsa ini secara arkeologi dan sejarah menunjuk kepada bangsa Kasdim yang dipimpin oleh Raja Nebukadnezar (Hal ini dikemukakan oleh Gleason L. Archer, dia adalah seorang pakar Alkitab yang menguasai bahasa Yunani, bahasa Romawi, bahasa Latin, bahasa Prancis, bahasa Jerman, bahasa Ibrani, bahasa Aram, bahasa Arab, bahasa Siria, bahasa Akad, bahasa Kupti dan bahasa Sumeria). Bangsa asing ini (Kasdim) akan menghunuskan pedang untuk menghancurkan keindahan dan kemegahan bangsa Tirus serta melawan hikmat Raja Tirus (NIV verse 7b : the will draw their swords again your beauty anda wisdom and pierce your shinning splendor)
28:8 Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan.
28:9 Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah.
28:10 Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”
Ayat 8-10 adalah suatu nubuatan yang sangat mengerikan yang diberikan Allah kepada Raja Tirus dimana Raja Tirus akan mati terbunuh oleh tangan orang asing. Bagaimanakah gambaran tebunuhnya Raja Tirus :
1. Dia digambarkan seperti orang yang mati terbunuh dilautan (ayat ![]()
2. Raja Tirus akan ditikam oleh manusia (ayat 9). Bahkan dikatakan dengan dia memiliki kuasa dunia sekalipun (kemiliteran yang sangat handal ; harta benda yg melingkupi banyak batu-batu berharga, emas, perak, timah dll) dia tidak bisa mengelak dari kematiannya.
3. Raja Tirus akan dibunuh oleh tangan bangsa asing (ayat 10)
Walaupun Raja Tirus memiliki harta benda yang secara kuantitas sangat luar biasa dan “berkuasa”, orang yang membunuhnya tidak akan memandang kedudukan dan harta benda yang dimilikinya. Inilah keironisan Raja Tirus, walaupun dia raja yang berkuasa dan diperlengkapi dengan segala kemewahan dan kemiliteran yang luar biasa diTirus, tetap dia harus mati ditangan bangsa yang melawannya.
Pembahasan dari Yehezkiel 28:11-19
Setelah mengetahui konteks-konteks pada pasal 26 dan 27, maka makna pasal 28 akan terbuka dengan sendirinya. Mustahil kita dapat belajar Yehezkiel pasal 28 apabila melepas konteks pasal 26 dan 27. Apabila kita melepas konteks pasal 26 dan 27 maka dalam memahami Yeh pasal 28:1—19 pasti hasil pemahaman kita tidak sesuai dengan pemahaman yang dimaksud Alkitab.
28:11 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
28:12 “Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.
Ayat 11 dan 12 a (Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya), mengkonfirmasi bahwa Firman Tuhan disampaikan kepada nabi Yehezkiel, dan Firman ini harus diberitakan kepada Raja Tirus. Ini adalah konteks paling dekat dari Yehezkiel 28:11-19.
Dan diayat ini pun dikatakan bahwa Firman yang disampaikan ini adalah suatau Ratapan. Apakah ratapan itu ? Ratapan adalah suatu nyanyian untuk pemakaman pemimpin yang jatuh, tetapi sering digunakan sebagi ungkapan yang menyakitkan oleh para nabi PL untuk meratapi para pemimpin/bangsa yang bernasib ironis. Dalam suatu ratapan banyak bersifat alegoris dan isinya cukup ironis.
Ayat 12b (Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah). Ayat ini menggambarkan tentang Raja Tirus yang yang penuh dengan hikmat “manusia”. Untuk standar manusia pada jamannya, Raja Tirus benar-benar penuh dengan hikmat dan sempurna dalam segala hal yang telah dicapai, dengan hikmatnya dia telah menjadikan Tirus sebagai : (bdk Yeh 27:2-10)
1. Salah satu negara terkaya (Yeh 27:3-7)
2. Salah satu negara termegah (Yeh 27:11)
3. Salah satu negara terkuat dalam militer (Yeh 27:10 dan 11)
4. Salah satu pusat perdagangan dunia (Yeh 27:12-24)
Dibawah pemerintahan Raja Tirus inilah, Tirus mendapatkan segala macam hal-hal terbaik pada jamannya.
Secara spesifik tentang kemampuan dan kelebihan Raja Tirus terdapat pada Yeh 28:3-5 :
1. Hikmat Raja Tirus sangat luar biasa. Pada Yeh 28:3 digunakan hiperbola –hikmat yang melebihi Daniel bahkan dikatakan : tidak ada yang tersembunyi bagimu.
2. Dalam perkataan “maha indah”, ini tidak lepas dari konteks Raja Tirus dimana pernyataan ini berkaitan dengan kekayaan yang dimilikinya. Dimana emas, perak dan segala perbendaharaan kekayaan yang lain dimilikinya.
28:13 Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu.
Ayat 13 ini merupakan suatu bentuk hiperbola (hi·per·bol n ucapan (ungkapan, pernyataan) kiasan yg dibesar-besarkan (berlebih-lebihan), dimaksudkan untuk memperoleh efek tertentu) dari “keindahan Raja Tirus”. Eden adalah tempat yang sangat indah, dimana adam dan hawa pernah tinggal disini (Kej 2:8-16). Disini dikatakan bahwa Raja Tirus”seolah-olah berada di Eden, yang penuh dengan batu permata dan berharga, bahkan tempat tatahannya dibuat dari emas yang disediakan pada hari penciptaan”, hal ini menyatakan tentang harta kekayaan yang paling mahal (batu-batu berharga) pada jamannya dan harta ini dimiliki oleh sang Raja Tirus dengan menggunakan hikmat strategi dagangnya yang jitu seolah-olah ini semua telah disediakan hanya bagi Raja Tirus pada saat dia dilahirkan kedunia. Oleh harta benda yang dimilikinya ini Raja Tirus seolah-olah menikmati “surga”.
28:14 Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
Ayat 14 ini adalah suatu bentuk hiperbol tentang Raja Tirus yang dihiperbol sebagai seorang yang diangkat menjadi Kerub penjaga (KJV : You are the anointed cherub that covers) yang berada digunung Kudus Allah dimana dia berjalan-jalan ditaman Eden yang penuh dengan batu-batu berharga.
Bentuk hiperbol Raja Tirus yang diangkat menjadi Kerub penjaga dan berada digunung kudus Allah menyatakan tentang Raja Tirus yang mengangkat diri sebagai “malaikat penjaga” rakyatnya. dengan menggunakan :
1. Hikmatnya yang sangat luar biasa. Dengan hikmatnya, Raja Tirus mampu untuk mencari strategi yang jitu untuk memakmurkan diri dan rakyatnya.
2. Harta bendanya yang sangat banyak, jauh melebihi pemimpin bangsa lain , dimana hal ini adalah efek langsung dari bisnis yang dilakukannya. Dengan harta bendanya ini, dia mampu untuk menjaga dan menghidupi rakyatnya dari kemiskinan.
3. Kekuatan militernya yang luar biasa (sebagai konteks lihat Yeh 27:10 dan 11)
4. Sistem bisnis yang dilakukannya. Dimana hal ini dapat menjamin kesejahteraan rakyatnya selama dia berkuasa.
Dari paparan diatas, saudara dapat mengetahui betapa hebatnya Raja Tirus, sehingga tidak heran di Yeh 28:2 dia mengatakan :Aku adalah Allah ! . Inilah suatu kecongkakan yang terjadi pada Raja Tirus, inilah pemberhalaan diri yang dilakukan Raja Tirus.
Bentuk hiperbol dari “di gunung kudus Allah engkau berada “ menyatakan tentang Raja Tirus yang diberi kesempatan untuk hidup berkelimpahan (makmur dalam harta benda) diTirus.
Bentuk hiperbol dari “dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya” hal ini menyatakan tentang Raja Tirus yang hidup dengan memiliki dan menikmati harta kekayaan yang harganya paling mahal (dapat diartikan pula dengan : segala macam batu berharga ) yang memang dimilikinya secara luar biasa (Lihat Yeh 28:4)
28:15 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.
Dalam menafsir dan memahami ayat ini, kita tidak boleh lepas konteks pasal 26, 27 dan 28. Ayat 15 ini adalah suatu bentuk hiperbol yang menyatakan bahwa pada awal berkuasa, Raja Tirus dalam berdagang/berbisnis,menurut “standar bangsa Tirus” , dia tidak berbuat curang, akan tetapi dalam perkembangannya kedepan, mulailah dia memakai segala macam cara, yang penting baginya harta terkumpul dan berlimpah ruah.
28:16 Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya.
Ayat 16-18 ini adalah suatu ungkapan yang sangat bertolak belakang dengan ayat 12- ayat 14, ini adalah suatu cirikhas dari ratapan.. Ayat 16-18 pararel dengan ayat 7-10. Ayat-ayat ini menjelaskan tentang kejatuhan Raja Tirus dan Kematiannya.
Ayat 16a (Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa, NIV : By your many sins and dishonest trade) memberitahukan kepada kita bahwa Raja Tirus didalam menjalankan bisnis/roda perdagangan, dia banyak memakai cara-cara yang penuh dengan kekerasan dan dosa. Disini, kita dapat mengetahui bahwa Allah YHWH adalah Allah Yang MahaTahu, dahulu sekarang dan selamanya, Dia tidak berubah !!! Allah mengetahui segala hal yang dilakukan manusia, bahkan pelanggaran seporang Raja sekalipun yang berbuat curang dan dosa sampai pengemis dipinggir jalan, Allah tahus semua perbuatan dan dosa mereka !! Inilah kesalahan fatal seorang Raja Tirus ternyata didalam bisnis yang dilakukannya dia menggunakan cara-cara yang berdosa, ternyata Tirus menjadi salah satu pusat perdagangan diseluruh dunia karena hasil kecurangan dan hikmat Raja Tirus. Tirus menjadi salah satu negara termegah didunia dan terkaya bahkan salah satu negara yang memiliki kemiliteran terkuat dikarenakan cara-cara berdosa yang dipakai oleh Raja Tirus.
Ayat 16 b (Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya) (KJ : therefore I will cast you as profane out of the mountain of God: and I will destroy you, O covering cherub, from the middle of the stones of fire.) secara hiperbol memberitahukan kepada kita bahwa buah dari kecurangan yang dilakukan oleh Raja Tirus akan membuat dia tersingkir dari ”gunung Allah”. Artinya, Raja Tirus yang adalah ”malaikat penjaga rakyatnya” yang berkuasa diTirus(”Gunung Allah”) akan yang akan dirampas harta benda (batu-batu yang bercahaya) yang dimilikinya bahkan sang raja akan dihancurkan dan dibinasakan oleh Tuhan Allah, dimana Tuhan Allah memakai bangsa-bangsa lain (lihat Yeh 26:3-14) untuk melaksanakan nubuatanNya.
28:17 Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya
Ayat 17 ini menyatakan suatu hiperbol ”kecantikan”, hal ini dapat diartikan sesuai dengan konteks Yeh 28:4,5,12 dan 13 yaitu berkaitan dengan harta benda yang dimilikinya dan hikmatnya yang luar biasa.
”Engkau sombong karena kecantikanmu”, Hal ini pararel dengan Yeh 28:2 dimana sang Raja telah menjadi sombong karena hikmat, kuasa kemiliteran dan harta benda yang dimilikinya sehingga pada Yeh 28:2 dan 6, dimana sang Raja Tirus menyatakan diri sebagai Allah !!! ”hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu..” Hal ini mengarah kepada nubuatan yang akan diterima oleh sang RajaTirus akibat berbagai macam kejahatan yang dilakukannya termasuk ejekannya terhadap Yerusalem. Disini dikatakan hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu (NIV : and you corrupted your wisdom because of your splendor), ini adalah suatu ungkapan yang sangat ironis, bahwa dengan hikmat sang Raja, Tirus berhasil menjadi suatu negara yang hebat dan kaya raya tetapi sayang hikmat itu tidak digunakan baik-baik karena sang raja sudah dibutakan oleh harta benda yang berlimpah sehingga dikatakan dalam gaya bahasa hiperbol (Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya) yang berarti bahwa sang Raja akan segera diburu dan dibunuh oleh orang asing. Hal ini harmonis dengan Yeh 28:6-10.
28:18 Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu.
Ayat ini secara spesifik menjelaskan ayat 16 dan 17. Dimana semakin lama ternyata hikmat dari Raja Tirus semakin digunakan untuk berbagai macam kejahatan dan kecurangan dalam dagang. Bahkan dikatakan”raja Tirus melanggar tempat kudusmu” , ini adalah bentuk parabol dari segala macam kecurangan dan kejahatan yang dilakaukan dan memuncak pada saat raja Tirus menghina Yerusalem dan berencana untuk menjajahnya. Sehingga pada frasa berikutnya diberikan nubuat yang mengerikan tentang pemusnahan bangsa Tirus beserta rajanya.
28:19 Semua di antara bangsa-bangsa yang mengenal engkau kaget melihat keadaanmu. Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau.”
Disini dinyatakan tentang kegentaran dari bangsa-banga lain akibat kejatuhan dan pemusnahan Tirus beserta rajanya yang memiliki hikmat luar biasa.
Semua ungkapan pada bagian ratapan ini adalah suatu bentuk hiperbolis dari khayalan diri yang sangat berlebihan dari penduduk dan penguasa Tirus yang sangat mencintai harta bendanya dan menganggap itu adalah ”surga” mereka, bahkan mereka pun mneghalalkan segala cara demi mendapatkan ”surga” mereka. Dan disisi lain adalah suatu bentuk hiperbolis dari hukuman yang Tuhan Allah berikan bagi mereka. Inilah isi pengajaran dari Yehezkiel 28:1-19.
Pengajaran Alkitabiah Iman Kristen Yang Terkandung didalamnya :
1. Allah TriTunggal adalah Allah yang hidup.
2. Allah yang hidup adalah Allah yang berdaulat penuh dalam segala sesuatu. (Saudara dapat membandingkan Firman Tuhan yang sudah dinubuatkan dengan sejarah dunia, saudara hanya dapat kagum, ternyata Allah kita adalah Allah yang sungguh-sungguh berdaulat, Allah sanggup untuk melaksanakan Firman-Nya, apalagi memelihara hidup kita) !!
>> Secara ringkas disini terdapat pelajaran tentang : KEDAULATAN ALLAH SECARA MUTLAK
Yang dapat kita lakukan secara praktis :
1. Hidup dengan bersandarkan kepada Allah !!! Ingatlah akan kedaulatannya!! Tidak ada yang namanya KEBETULAN dan KEBERUTUNGAN didunia ini karena semua berada didalam KEDAULATAN ALLAH. Jangan saudara hidup bersandar kepada UANG secara mutlak, bersandar kepada TEMAN, bersandar kepada
2. Janganlah saudara mengejek bahkan merencanakan sesuatu yang buruk terhadap sesama. Saudara dapat belajar dari bangsa Tirus yang telah dihajar TUHAN oleh karena ejekan dan keinginannya yang ingin menjajah Israel.
3. Jangan saudara menjadikan UANG/HARTA BENDA, NAMA BESAR/POPULARITAS/HASRAT INGIN TERKENAL , JABATAN, KEPINTARAN , BAKAT/TALENTA dsb menjadi ILLAH dihati saudara, biarlah KRISTUS sendiri yang menjadi ALLAH dalam hidup saudara !!! Tuhan-kan DIA dalam hidup saudara.
Pertanyaan-pertanyaan yang sulit dari Yehezkiel 28:1-19 dan jawabannya :
1. Apakah ayat ini memberikan informasi tentang asal mula iblis ?
Tidak !! Bila saudara belajar pasal ini baik-baik maka saudara tidak akan menemukan sama sekali hal-hal yang berkaitan dengan asal mula iblis. Sudah saya paparkan diatas, bahwa perikop ini hanya berkaitan dengan RAJA TIRUS.
Jadi bila ada orang yang mengaitkan hal ini dengan asal mula iblis itu adalah pernyataan yang TIDAK BERDASAR sama sekali.
2. Bagaimana orang bisa menafsirkan dan memahami bagian ini adalah asal mula iblis ?
Hal ini terjadi karena mereka menafsirkan dan memahami Alkitab dengan metode OUT OF KONTEKS / MELEPAS KONTEKS dan mengambil-ambil ayat Alkitab untuk meneguhkan opini mereka. Jadi ayat yang satu ditafsirkan dengan melepas konteks dan dibumbui ayat yang lain seperti seorang anak yang bermain PUZZLE. Adakah bahaya dari penafsiran ini ? Ada dan banyak, bisa jadi ajaran-ajaran dari penafsiran seperti ini hanya akan menimbulkan kekacauan dan bidat-bidat Kristen yang ajarannya melawan Alkitab.
Tafsiran hai-hai mengenai Yehezkiel 28:1-19
dan tanggapan saya secara langsung :
Bengcu menulis :
GAMBAR KESEMPURNAAN
Gondrong menjawab :
Dari hongkong ?
Bengcu menulis :
Taman Eden dibuat khusus untuk manusia, semua yang ada di taman Eden disediakan untuk manusia. Frasa “gambar kesempurnaan” di dalam Yehezkiel 28:12 diterjemahkan dari kata tokniyth (dilafalkan: tok-neeth’) yang di dalam beberapa versi Alkitab bahasa Inggris diterjemahkan sebagai the seal of perfection, meterai kesempurnaan. Mustahil ada ciptaan yang lebih sempurna dari peta teladan Allah. Mustahil malaikat adalah gambar kesempurnaan karena tidak ada satu ayat pun di dalam Alkitab yang mengajarkan bahwa malaikat adalah peta teladan Allah. Karena tidak ada ciptaan yang lebih sempurna dari peta teladan Allah, maka gambar kesempurnaan adalah Adam.
Gondrong menjawab :
Hai-hai anda boleh-boleh saja menggunakan berbagai macam bahasa, tetapi sayang sekali karena tafsiran dan pemahaman anda dalam Yehezkiel 28 ini salah, silahkan anda perhatikan eksposisi saya.
Bengcu Menulis :
Sebagian teolog menggunakan kalimat, “Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga” dalam Yehezkiel 28:14 untuk mendukung ajaran Iblis adalah malaikat. Kerub adalah malaikat bahkan Kerub adalah malaikat yang paling dekat dengan TUHAN Allah, itu sebabnya mereka mengajarkan bahwa Iblis adalah malaikat yang disebut Kerub. Apabila gambar kesempurnaan adalah kerub, bukankah seharusnya dia bersama-sama kerub, bukannya ditempatkan di dekat kerub yang berjaga? Apabila Yehezkiel 28:1-19 memang berbicara tentang Kerub yang memberontak, bukankah itu berarti kerub adalah peta teladan Allah karena kerub adalah gambar kesempurnaan? Alkitab mengajarkan dengan gamblang dan tegas bahwa peta teladan Allah adalah manusia, bukan malaikat. Untuk apa Allah menempatkan Kerub di taman Eden? Untuk menjaga, merawat dan melayani Adam.
Kuberikan tempatmu dekat Engkaulah kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Yehezkiel 28:14
Gondrong Menjawab :
Hai-hai, anda sungguh seorang yang nekad. Tulisan anda diatas telah membuktikan bahwa dalam pembahasan Yehezkiel anda telah OUT OF KONTEKS. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa ajaran anda diatas sama sekali tidak berdasarkan ALKITAB (mungkin berdasar, tetapi berdasarkan opini anda dan pendapat anda pribadi). Silahkan anda eksposisi baik-baik dan saya akan mengulasnya bersama anda. Tetapi bila anda comot-comot ayat sembarangan, dan out of konteks, maka saya tidak akan menanggapi tulisan anda karena ajaran anda ini karena sudah OUT OF KONTEKS / Keluar dari konteks ajaran Alkitab.
Bengcu menulis :
Beberapa teolog nekad mengajarkan bahwa dari penemuan para Ahli KRITIK Naskah Alkitab sesungguhnya isi Yehezkiel 28:14 adalah seperti tersebut di atas, itu sebabnya manuskrip yang digunakan oleh LAI tidak memuat kata NATHAN (dilafalkan: naw-than’) yang artinya MENARUH. Andai katapun yang diajarkan itu benar maka menurut saya hal itu sama sekali tidak mengubah fakta bahwa gambar kesempurnaan adalah manusia. Manusia diciptakan untuk melayani Allah dan mengayomi ciptaan lainnya, manusia adalah penguasa dunia yang bertugas melayani Allah dengan mengelola dunia. Dengan tugas demikian, manusia dapat digelari kerub, pelayan Allah bahkan malaikat. Bukankah TUHAN Allah juga mendapat gelar malaikat?
Gondrong menjawab :
Hai-hai, para teolog itu bukan orang-orang nekad, mereka berkesimpulan demikian setelah menguji penafsiran dan pemahaman mereka secara ketat berdarkan ALKITAB. Kelihatannya anda yang cukup nekad. Yehezkiel 28 ini sudah cukup jelas saya kupas diatas, silahkan anda belajar baik-baik. Dan bertobatlah agar anda tidak menyesatkan orang lain. Setelah itu mungkin anda dapat membeli buku-buku HERMENEUTIK ALKITAB (bisa buku karangan Pendeta Hasan Sutanto, SAAT dan buku-buku hermeneutika Alkitab yang lain) dan belajar baik-baik secara ketat.
Bengcu menulis :
Sekali lagi kita menemukan fakta bahwa ajaran Iblis adalah malaikat, tidak didasarkan pada ajaran Alkitab namun pada keyakinan para teolog bahwa Iblis adalah malaikat.
Samuel Franklyn pun berpendapat :
Gondrong, lihat Yehezkiel 28:12-19…itu dasarnya
Gondrong Menjawab :
Justru saya menemukan bahwa hai-hai dan muridnya yaitu Samuel Franklyn nekad mengajarkan bahwa adam=iblis dan iblis mahamulia padahal hasil Eksposisi saya justru menunjukkan bahwa ajaran yang mereka ajarkan tidak berdasarkan ajaran ALKITAB yang sejati.
Penutup :
Para pembaca yang dikasihi TUHAN, berhati-hatilah terhadap ajaran-ajaran yang tidak bertanggungjawab yang saat ini banyak terdapat di SS. Bila mereka berani mengajarkan hal-hal demikian, kita jangan cepat percaya, karena biasanya ajaran-ajaran mereka sama sekali tidak berdasar. Kenapa tidak berdasar, karena mereka menggunakan ilmu tafsir Alkitab ala mereka sehingga hasil yang mereka peroleh sama sekali bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Bila saudara bertanya apakah saya mempercayai ajaran-ajaran demikian ?
TIDAK SAMA SEKALI !!! Bagi saya ajaran-ajaran yang tanpa penggalian Alkitab secara detail, itu boleh disamakan dengan DONGENG SEBELUM TIDUR.
Akhir kata, saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan, mari kita belajar Alkitab secara bertanggung jawab. Biarlah segala Pujian, segala Hormat , dan segala Kemuliaan hanya bagi Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita yang hidup.
Selamat Natal 2009 dan Selamat Tahun Baru 2010
Tuhan Yesus Menyertai
Amin













