Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2008

Kopdar Samarinda

durian-laiPerjalananku yang pertama ke Kalimantan. Rabu pagi pukul 06.00 berangkat dari Solo menuju ke Jogjakarta, karena belum ada pesawat langsung dari Solo ke Balikpapan. Sampai di Adi Sucipto Jogja sekitar pukul 07.05..  memang berkendara dipagi hari selain udara segar dan pastilah lalu lintas lebih lancar. Dengan pesawat Mandala airbus kulanjutkan perjalanan ke Samarinda kota tujuan.. Duduk di seat no 7B ditengah bersebelahan dengan bapak dosen dari Tarakan, teman ngobrol yang asik, bercerita tentang penduduk asli yang sering terpinggirkan, pendatang yang seringkali arogan di tanah yang bukan miliknya, alih-alih mengelola padahal sedang menjarah dan masih banyak cerita lainnya, setiap orang yang kutemui adalah anugerah, itulah yang selalu kurasakan ketika bertemu dengan orang baik yang sudah lama kenal atau yang baru kenal, salah satu cara belajar menjalani hidup adalah dengan bercermin melalui banyak hal. Mungkin itulah sebabnya mendapat seat di tengah.. supaya bisa ngobrol..  padahal biasa lebih suka duduk di sebelah jendela, aku suka sekali melihat ke bawah ada langit disertai awan.. dan ketika mendongak ke atas-pun juga terlihat langit.. mungkin inilah ungkpan peribasa .. diatas langit masih ada langit..  ya memang fakta.. di atas langit memang ada lagit.. kalau mau mencoba ke atas lagi.. pastilah masih ada langit lagi.. Sungguh luar biasanya Sang Khalik.. begitu besar dan berkuasa.. setiap kali naik pesawat.. ya.. seperti inilah mungkin yang dikatakan dengan iman.. percaya/ber-iman  kepada Tuhan karena memang harus percaya.. dari mana datang iman dan mengapa harus mempunyai iman.. naiklah pesawat.. dan jangan coba-coba untuk tidak “beriman”..

Sepinggan itulah nama airport di Balikpapan, jam 10.20 WIT, saat itulah pertama kalinya menginjakkan kaki di pulau Kalimantan yang kata-nya adalah paru-paru dunia. Ketika keluar dari ruang bagasi, banyak taxi menawarkan jasa-nya.. setelah pengalaman di puter2 sopir taxi di jakarta, membuat aku agak trauma dengan taxi, ku tengak-tengok, dan mencoba pencet2 no telepon suamiku yang lebih dulu 1 jam datang-nya karena dia dari jakarta, sengaja janjian dating ke samarinda..  (kayak pacaran backstreet aja he.. he..).. mencoba terus hubungin hape-nya tulalit.. ketika melihat ada bakso resto.. wah mampir dulu.. keingat makanan kesukaan mas bule.. ternyata.. my bojo di dalam sana.. sambil pencet2 hape juga.. mencoba menghubungiku juga rupanya.. he.. he..

Bersama rombongan suami (bersama 2 orang teman), meluncur ke Samarinda, melewati jalan berbukit, kanan kiri hijau mesti hijaunya bukan hijau hutan dan pohon besar seperti yang kubayangkan.. setelah melewati bukit Suharto, aku nggak tahu kenapa bukit itu di namakan Suharto, mungkin dulu diresmikan mantan Presiden RI kedua.. di sebelah kiri jalan ada gubuk-gubuk kecil menjual durian yang termasuk buah kesukaan, ketika menanyakan kepada driver mobil penjemput.. “kok durian-nya kecil2 (diameter 20-25cm) padahal aku kira durian kalimantan gede2 lho?”.. Ooo itu bukan durian bu.. itu namanya Lay.. lalu kami mampir, stop sejenak.. untuk ngicip-in apa itu enlay.. enlay adalah gabungan persilangan antara buah Lay dan durian.. warna buahnya wow.. kuning orange.. menarik sekali.. hingga salah satu teman bernama pak Agus yang berjanji nggak akan ikut makan durian  karena diabetes.. jadi membatalkan janjinya.. Enlay manisnya seperti durian, namun daging buahnya kering dan tidak berakohol dan keistimewaan lainnya adalah baunya tidak menyegrak seperti durian.. wis pokok-nya kalau ke Kaltim mesti ngicipin enlay..

Sampai di Samarinda seberang begitulah istilah mereka menyebut daerah seberang sungai Mahakam, dari siang sampai malam hari full off meeting.. hanya bisa ber-sms ama ACC dan 3m1 dua sahabat maya yang sangat ingin aku temui, teman yang kukenal di kotak ijo dan di pasar klewer SS, walau hanya bertukar kata dan canda namun serasa sudah menjadi teman lama.. Malam sampai hotel jam 10.30 malam waktu Indonesia Tengah.. sudah lumayan lelah.. seharian berjalan mengikuti keinginan hati yang menggebu untuk melihat kayu-kayu..

Kamis hari kedua di Samarinda.. masih ada pertemuan di pabrik sampai siang.. melihat jadwal kayak-nya bisa meloloskan diri dari meeting2 setelah makan siang.. segera sms ACC yang kebetulan juga ada acara di Samarinda seberang.. jadi bisa jalan dan kopdar duluan dengan ACC karena Elly hanya bisa ketemu setelah pulang dari kerja jam 6.30 malam begitu sms-nya,. Tepat pukul13.35 ACC call dan memberitahu bahwa dia sudah di security di depan, segaralah ku-bergegas berjalan ke depan menyambutnya sambil membayangkan seperti apa dia.. setelah dekat pos satpam kulihat ada beberapa orang di sana dan aku tidak tahu yang mana ACC.. segera aku pencet no telponnya..nah salah satu dari mereka mengangkat telpon.. itulah dia si ACC.. segera kulambaikan tangan memberi tanda.. inilah Joli.. he.. he..  ternyata ACC masih muda.. dan mendengar dia berbicara jadi tahu.. kenapa ACC banyak fans cewek.. suaranya itu lho.. aku ajak ACC masuk ke dalam untuk bergabung dan ku kenalkan dengan suami dan teman-temanku yang lain..  sebentar kemudian kami diantar ACC berkeliling kota Samarinda sambil menghindari beberapa ruas jalan yang banjir.. untuk melihat dan mengenal potensi kota Samarinda.. selain bersuara hangat dan ramah ternyata ACC  itu pinter membawa suasana..  setelah muter-in kota kami diantar kembali ke hotel untuk istirahat bentar sebelum ketemuan lagi dengan Elly alias 3m1, yang ternyata lagi meski sekota bahkan mungkin beberapa kali datang di gereja yang sama namun 3m1 dan ACC belum pernah saling tahu dan temu darat.. ada or nggak orang-nya aja mereka masing2 nggak tahu .. maya or nyata .. siapa yang tahu?

Malam hari sesuai waktu yang di janjikan ACC datang ke hotel, sambil menunggu Elly (ternyata cewek ini mandi-nya luaama mungkin itulah cara menangkal hujan kali).. kami ngobrol bagaimana pertama kali bisa kesasar ke klewer… beberapa saat kemudian ada sms yang mengabarkan bahwa Elly sudah di depan hotel.. segera aku keluar menyambutnya.. ho.. ho.. 3m1 alias Elly gadis ramah di kotak ijo adalah gadis yang cuantik tinggi semampai cocok untuk peragawati.. gadis asli dayak berkulit langsat berkaki indah.. kami lanjutkan ngobrol di ruang lobby hotel beberapa saat, ketika waktunya perut diisi.. ACC mengajak keluar berkendara mobilnya kami bertiga (suamiku ada dinner yang lain) berkeliling Samarinda di waktu malam.. sepanjang sungai Mahakam, sungai terbesar yang pernah aku lihat.. lebarnya mungkin 1,5-2 km.. berarus deras sehingga bisa di lalui kapal2 lumayan besar.. kami berhenti di resto Lipan Hill.. temapt yang sangat indah.. makan di tepi sungai.. dengan pemandangan kapal2 dengan kerlap-kerlip lampu -nya .. wow.. romantis.. di meja di terangi sebuah lilin.. wah tempat yang asik untuk pacaran juga nih.. sungguh indah.. serasa di tepi subgai BUN di Shanghai.. sayangnya ketika mau buat photo titipan Nobietea dengan hape.. mereka berdua (ACC n Elly) segera lari menghindar.. ketika kutanya alasannya .. takut ke-laris-an alias takutkebanjiran fans dr klewer.. karena mereka cocok juga loh.. mewakili duta-duta mas-mbak Kaltim.. jadilah kopdar kali ini nggak ada photo.. kalau mau lihat tampang mereka silahkan datang ke samarinda.. kata-nya..

Kami menikmati kerapu bakar, cumi masak banjar, cha sayur, ikan trebulung bakar dan minum degan utuh.. wah sangat enak apalagi suasananya luar biasa.. rasa apa yang paling enak.. katanya adalah ra-sa-bayar.. alias tidak usah bayar alias gratis.. itulah yang ku-rasa-kan.. udah makanannya enak, suasana indah gratis lagi.. Thanks ya untuk traktirannya.. boleh juga nih diagendakan ke samarinda rutin he.. he..

Suasana yang indah mengingatkan saat-saat indah juga.. demikianlah obrolan malam itu .. saat-saat indah-nya ACC.. ngobrol asik saat-saat indah curhat2an di klewer.. semua merasakan hal yang sama.. yaitu terteman di klewer adalah berbeda.. mesti maya namun nyata, meski belum kenal serasa teman 1000 tahun, meski saling cerca dan kadang galak di komentar namun sering ngangeni.. itulah interaksi keluarga.. hanya nongkrong di blog serasa nongkrong di gereja.. ngrobrol saling mengisi, saling menolong bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.. itulah klewer..

Tak terasa waktu bergulir semakin malam.. kami harus pulang karena perjalanan pulang ke kost Elly lama karena harus muter menghindari banjir.. terpaksalah kami pulang menuju hotel.. sesampai di hotel.. berpisah rasanya enggan.. lanjut lagi ACC n Elly masuk ke lobby .. namun sayang ada musik limayan keras sehingga nggak nyaman untuk ngobrol.. mau lanjut di eksekutif lounge sudah tutup dan taripnya mahal lagi.. lalu aku ajak mereka ke kamarku.. maka naiklah kami ke lantai 3 room no 17.. lanjut lagi kopdar di kamar hotel.. ternyata di sana suamiku udah tiba.. bergabunglah kami.. semakin seru.. biasa my misua agak pendiam.. namun mendengar cerita ACC yang seru.. cerita aneh tapi nyata.. jadilah ikutan nimbrung seru.. he.. he.. biar ikut ketularan

Advertisements

Read Full Post »

Krisis adalah anugerah

recycle-paper11

Recycle atau daur ulang, setiap kali mendengar daur ulang selalu teringat kata sampah… ternyata sampah kalau di kelola dengan baik di tangan orang-orang yang kreatif akan menghasilkan karya yang luar biasa..

Hari ini tadi berkunjung ke pusat  kerajinan di daerah Plered dan Tembi di Jogjakarta, untuk  melihat mock up barang-barang yang akan di pamerkan di Eropa dan USA di bulan Januari yang akan datang dengan tema Green Product Indonesia, kali ini khusus untuk product mebel dan kerajinan..  dari perusahaanku membuat mebel dari recycle wood atau kayu-kayu bekas rumah, sedangkan dari Jogja banyak yang memamerkan produk kerajinan dari serat-serat alam,  yang paling menarik perhatianku adalah product dari kertas dan majalah daur ulang  dibuat dengan sangat kreatif sehingga menghasilkan produk yang luar biasa elegan..

recycle-paper2

Lihat photo-photo di atas adalah stasionari alat-alat tulis dari guntingan-guntingan majalah bekas yang di rajut dengan benang, sangat colorful dan halus sekali pekerjaannya.. barang-barang yang sangat bagus yang tidak di jumpai di toko-toko buku di Indonesia, namun banyak di jumpai di toko-toko di luar negeri dengan harga yang aduhai..

Ketika melihat banyak karya indonesia yang sangat wow.. jadi kepikir kenapa ya anak-anak kita di sekolah SD, SMP tidak/belum kita ajarkan dan latih ke-kreatif-an yang seperti ini,  juga pancing ide-idenya untuk membuat rancangan design yang bagus dengan memanfaatkan barang-barang yang ada disekitar kita.. dan kalau perlu kita ajarkan juga untuk me-market-kan karya mereka..

Ketika ide edukasi ini joli lontarkan kepada pemilik produksi mendapat sambuatan luar biasa.. bahkan akan di buatkan paket untuk anak-anak belajar merajut, membuat karya mereka sendiri.. wow.. nanti mereka bisa menggunakan kotak pensil buatan sendiri wow..

Dalam perjalanan pulang, di mobil….  jadi keinget juga ada banyak hal di sekitar kita yang bisa kita share-kan dengan anak-anak untuk mengenal lingkungan dan budaya juga alam sekitar.. ada Borobudur dan candi Prambanan pusat budaya dunia pada jamannya, ada museum dan kerajaan2 besar  di Jogja dan Solo, bahkan museum gunung berapi (mungkin satu-satunya) yang menceritakan terjadinya Gunung  Merapi di Ketep….  dengan pemandangan yang sungguh aduhai.. ada buanyak hal yang bisa kita ceritakan…

Banyak keinginan bahkan sangat banyak untuk di ceritakan, ada banyak hal yang bisa kita lakukan, bahkan ketika orang bilang Krisis-pun masih banyak hal yang bisa kita kerjakan.. bangkitkan semangat untuk lebih berkreasi, untuk lebih menghargai alam dan budaya, untuk lebih… dan lebih… nanti kita akan melihat banyak peluang di masa krisis sekalipun..

Ada teman yang bertanya kepadaku.. “Do you know the Chinese Characters for the English word “Crisis”?” … (waduh nggak tahu mesti tanya suhu Hai2 nih..)  two charaters….One is DANGER, The other is OPPORTUNITY !!!!!

Krisis-pun adalah anugerah.. karena melaluinya kita menjadi kreatif dan  tahan uji..

Read Full Post »

Pasangan seimbang

Ganda campuran.. itulah gambaran pasangan suami istri, tidak peduli ketika sebelum berpasangan dia adalah pemain tunggal or memang di latih untuk bermain ganda.. namun ketika bertanding untuk ganda campuran.. berdua harus saling mengisi semua sisi.. meski biasa yang wanita berjaga di depan net siap bermain netting atau menggebuk bola ketika tanggung.. namun harus bisa bermain di belakang menerima bola-bola lob ketika pasangannya hampir habis napas terlalu sering smesh..

Ibarat pemain badminton tunggal putri yang beralih main ganda campuran, sering kali gaprapak raket, sering kali lari ke belakang semua, or berebut smesh.. itulah yang aku alami ketika awal-awal berumah-tangga.  sebagai cewek yang terbiasa mandiri dan terbiasa mengambil keputusan sendiri harus belajar menselaraskan kehendak dengan suami yang notabene adalah kepala keluarga dan memang secara kodrati haruslah demikian bila mau berbahagia..

Setiap tetes air mata selalu diperhitungkan apakah layak.. ada harga untuk setiap butir-butir-nya.. itulah sebabnya bila ada sesuatu yang membuat dia menangis pastilah hal yang sangat “kebangetan”..

Namun aneh ketika sesudah menikah justru sering kali tetesan air mata yang seharusnya tidak layak keluar namun bisa mengucur deras hanya oleh karena tingkah or ucapan sederhana seorang suami yang sering kali kekeh jumekeh. Memang aneh.. berhari-hari aku mencoba merenungkan apakah setelah menikah dan mempunyai “kepala” wanita akan menjadi lemah, apakah dengan menyelaraskan kehendak wanita menjadi tidak berkehendak bebas? Syukur kepada Allah yang memberikan pasangan yang kekeh terhadap prinsip namun sangat menghargai dan mendorong setiap orang untuk mengaktualisasikan diri secara optimal. Ternyata yang sulit adalah ketika mencocokan prinsip, ketika prinsip-prinsip sudah cocok, hal-hal pelaksanaan sebenarnya istrilah yang sangat berperan dalam mengatur rumah tangga, ibaratkan kalau suami adalah kepala maka istri adalah leher-nya, leher yang menyangga itulah peran istri yang selalu akan terus menjadi support dan penolong suami, istri yang bisa membuat kepala mengangguk dan menggeleng (seperti Hawa membuat Adam menggaguk untuk tawaran makan buah pengetahuan), istri jugalah yang dapat membuat kepala bisa selalu tegak terhormat.. Ketika menyadari hal ini…  sungguh bersyukur Allah menciptakanku sebagai wanita..

Wahai para istri.. ambillah peran ini dengan seluruh kebanggaan dan tanggung-jawab.. dengan cara membina dan memperlengkapi diri terus menerus sehingga kita siap untuk menjadi support dan membuat “kepala” selalu tegak meskipun kadang “kepala” menjadi kekeh jumekeh janganlah membuatnya tunduk layu hanya untuk supaya dia tahu peran anda.. membuat suami terhormat adalah kebahagiaan seorang istri…

Wahai para ibu.. ambilah peran ini dengan bangga dan sukacita.. dengan cara membina dan perlengkapi diri dengan cinta dan kasih.. membuat anak-anak berhasil menjalani hidupnya dengan cara yang benar itulah cara mendidik anak.. mempersiapkan anak-anak mengarungi belantara kehidupan dengan tetap takut akan Tuhan dan menghormati bapaknya dan mengasihi ibunya..

Namun dalam perjalanan ber-ganda campuran sering kali trek raket dan kadang menyerahkan perjuangan ke salah satu pihak dengan mengatakan “sak karepmu” dengan hati tidak rela.. ketika wanita dan istri “menyerah” dan menjadi lemah seringkali dipicu oleh suami yang tidak tahu kalau dia tidak mau tahu.. justru seringkali suami yang membodohi istrilah yang membuat istri bodoh.. justru seringkali ketika suami yang tidak bisa berperan sebagai “imam”lah yang membuat istri kehilangan arah.. justru suami yang sering meng-goblok-kan istrilah yang sebenarnya membuat goblok generasi berikut-nya..

Wahai para suami.. sungguh amat besar pengaruhmu dalam menentukan arah masa depan keluargamu.. ambilah peran sebagai “imam” dalam keluarga karena itulah peran yang seharusnya seorang suami menjadi wakil Tuhan dan membawa seluruh keluarga mengenal Sang Khalik dengan benar, buatlah istrimu bangga dan encourage her dengan mengasihinya..

Wahai para bapak.. sungguh besar peranmu untuk memberi teladan kepada anak-anakmu dengan mengajarkan mereka takut akan Tuhannya dan ajarkan cara menghormati orang tua dengan jalan mengasihi ibunya..

Dengan melakukan peran masing-masing itulah cara mempertahankan biduk rumah tangga, dan menjadi pasangan yang seimbang, haruslah etrus di usahakan bukan hanya ketika masih pacaran, justru ketika sudah berumah tangga-pun harus tetap membina diri untuk terus menjadi seimbang..

Dua bulan terakhir ini, seperti berlari sprint.. itulah yang harus aku lakukan untuk mengejar keseimbangan dengan suami, meski sudah berlari dengan memaksa diri.. tanyalah kepada suamiku.. dia akan menjawab.. bagaimana kita bisa mencapai ini.. itu.. bila salah satu kaki-ku masih ter”gandul-i” ??  Pernahkah aku menghambat-mu? bukankah selama ini dia .. bebas.. mengejar mimpinya.. tahukah kamu?  yang mengganduli-mu hanyalah  your illussion.. (para lelaki memang aneh.. di hantui pikiran dan kekuatiran sendiri namun cari-cari alasan.. )

Hingga di suatu tempat nggak tahu di Kilometer berapa.. kami bertemu.. tidak tahu apakah aku yang berlari atau dia yang menunggu.. inilah titik seimbang .. ketika  tahu ada hal-hal yang harus perlu support.. ada hal-hal yang akan optimal bila dilakukan bersama-sama,  dan ada juga hal-hal yang akan cepet mencapai tujuan bila dilakukan sendiri-sendiri menjadi lebih lincah..

Ketika merasakan perang sama asiknya dengan damai, ketika merasakan sakit sama enaknya denga sehat, ketika merasakan sendiri sama indahnya dengan bersama.. itulah bahagia berumah-tangga.. meski perceraian bukan hal yang menakutkan lagi… jangan masuk-kan kata-kata dan alternatif itu menjadi salah satu jalan penyelesaian rumah tangga.. meski di akhir sekalipun.. nanti kita akan berkreasi dan menjadi kreatif membina rumah tangga dan menikmati seninya membina keluarga sakinah.. yang takut akan Tuhan..

Menjadi pasangan sepadan tidak harus melakukan segala sesuatu bersama-sama..

Menjadi pasangan sepadan harus selalu di usahakan..

Menjadi pasangan sepadan adalah seni yang amat nyeni..

Read Full Post »