Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2009

“Apakah mereka harus mati, untuk membawaku kembali? bukankan aku tidak kemana-mana? ataukah sudah sedemikian tegar tengkuk-kah aku hingga mereka harus mati??? mengapa perlu demikian banyak jiwa? untuk membawa ku kembali memuliakanMU?? ujian untuk kebaikanku-kah, untuk menjadikanku lebih baik? untuk keselamatan jiwakukah??” sesal-ku ketika mendapat kabar kecelakaan kerja yang mengakibatkan 7 orang korban meninggal.

“Jangan melihat jumlah korban, jangan berprasangka, kita tidak tahu” kata seorang teman

Ya berprasangka itulah default manusia, paling mudah untuk mengarang cerita, lari bersembunyi dari fakta, sulit untuk membuka mata melihat yang sebenarnya terjadi, takut menghadapi dengan jujur.

Tragedi, musibah besar, angin badai menerjang melalah luntukkan yang di temuinya, demikian besar, demikan dahsyat hingga mampu memisah kan tubuh dengan jiwa, memisahkan jiwa dengan roh..

Seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, setelah satu kejadian, di susul serentetan kejadian bersamanya, membuat ketakutan, paranoid, bersiap sedia menantang ayoo cepet,  apa dan siapa lagi yang mau datang, sekalian bila mau meremukkan, tantangan putus asa yang kosong di lontarkan dengan lutut bergetar ketakutan.

Ketika melihat kemacetan di depan kantor, bisa menggigil berprasangka adakah lagi yang menjadi korban kecelakaan??

Ketika suami pergi keluar kota seperti biasa, merengek-rengek untuk membatalkan niatnya, ketika niat tak bisa dicegah, memohonnya untuk memakai sopir, tuakut ada apa-apa di jalan..

Tuhan bila menguji hingga batas kekuatan, wow.. firman yang melegakan sekaligus menakutkan.

Mencari jawaban setiap persoalan dalam alkitab, tetap tak terjawabkan..

Prasangka demi prasangka, membuat busuknya luka.

Ketika sudah diambang batas, tidak tahu lagi harus melakukan apa, selain berserah, seleh, tidak ada lagi yang harus dipertahankan, pasrah. Saat itulah prasangka tidak lagi nyengir menantang,  ketakutan hanya muncul bila ada berita, kegelisahan jiwa berlalu dengan lewatnya waktu. Ya waktu adalah saat jeda yang di perlukan untuk mengeringkan luka. Berbekas tapi tidak sakit lagi. Teringat dan tak terlupakan, tetapi berbeda rasa..

Ada cerita, beberapa hari setelah pulang dari Jogja. “Tahu nggak, waktu lewat U Turn di ring road utara, tidak ada sign U turn, ada truk riting kiri, aku salib sebelah kanan, tiba-tiba truk ke kanan ternyata mau belok balik arah, terpaksa mobil aku balik arah ngikut truk hingga masuk jalur lawan, truk berhenti, mobil aku balik lagi melawan arus dan kembali ke jalur awal. Gila, hampir celaka” cerita my bojo dengan nada biasa.

Cerita biasa membuat-ku menangis minta ampun. Tuhan tidak diam. Ada banyak hal yang kita tidak tahu, yang harus kita syukuri. DIA luputkan kecelakaan, untuk menolong Joli. Dibalik musibah ada banyak cerita positif, membuat mata melek, tak cukup waktu seharian tuk ucapkan syukur untuk kebaikan Tuhan.

Hari ini membaca buku “shack” personifikasi Allah dalam cerita novel

“Apakah hanya karena AKU membuat kebaikan2  setelah tragedi yang tidak terucapkan, tidak berarti AKU yang merancang tragedi itu. Jangan pernah berpikir bahwa jika AKU menggunakan sesuatu berarti AKU penyebabnya atau AKU memerlukan untuk melakukan kehendaKU. Kasih karunia tidak bergantung pada penderitaan. Namun dimana terdapat penderitaan kamu akan menemukan kasih karunia dalam banyak wajah dan warna”

Advertisements

Read Full Post »

Surat kepada Clair

Clarin

Dearest Clairine

Ada satu cerita, masa lalu Mama yang perlu kamu tahu..

“Hmmm nampaknya, anda akan sulit punya anak” kata dr Glondong.. Itulah berita yang sempat membuat bingung, mesti menata ulang my future 😦
Kebingungan dan kesedihan tetap tak terselesaikan bila dipikir sendirian..

Besok pagi-nya ketika ketemu pacarnya mama di kantor mebel Pucangsawit, segera minta jadwal kencan di ajukan. Sore itu dengan berboncengan muter-muter kota Solo, entah sudah berapa kali melewati manahan. Entah sudah berapa kali bolak balik Jl Slamet Riyadi, berboncengan berdua, tanpa bicara. Ya, my pacar mesti berpikir keras juga setelah mendengar penjelasan dr Glondong hal myom dan kista, yang ngendon di perutku, bukan tidak ada kesempatan tuk punya anak sih.. Hanya sulit.. Meski bagi mama ya  podo ae..

Berputar2 tak akan menyelesaikan masalah, bola di my pacar, terserah dia my lanjut or not..

Beberapa hari kemudian, my pacar bilang “kita jalani bersama”…
Clair, ketika mama mendengar perkataan itu, terbukalah mata dan hati mama tuk mengerti apa makna dan arti cinta tak bersyarat.
Itu-lah your Papa, tidak banyak omong tentang cinta, tapi mempraktekkannya…

Ingat tante Tantri, istri om Iwan, roti Gita, menyarankan untuk berobat ke klinik pura ibunda di Jogja, dokternya bernama dr Lukas, meski tak punya anak, namun banyak menolong pasangan yang sulit punya anak. Singkat cerita Mama mesti operasi kista di rahim.

Tanggal 5 Desember 1994, lahirlah seorang bayi perempuan,  kecil mungil, karena ngeyel keluar sebelum waktunya 😉 dia mau keluar sesuai jadwal sinterklas bagi kado kalee?
Ya, 5 desember 1994, itulah mama menerima “keajaiban” dari Tuhan, Clair, kamu lah keajaiban yang diberikan Tuhan kepada Mama n Papa..
Setiap kali mengingat ulang tahun mu selalu ingat kasih karunia Tuhan.. Itu mama loh, kalau ur Pap, mesti di reminder lah ha..ha..,  coba tebak? ulang tahun Clair ini ingat gak? Wong BB nya lum mama kasih reminder.. Ha..ha.. Tapi Clair tahu dan rasakan kan? how deep his love to you..

Ketika tahun 1998 kita tinggal di Kerobokan Bali, di rumah kayu, tidur di lantai kayu ingat? Pernah suatu ketika ketika melihat Clair tidur, Papa bilang : “Besok bila kita punya anak lagi, apakah cinta-ku bisa sebesar cinta pada Clair ya?” Tuh.. Clair, lihatlah cinta ur pap, biar tak ingat ultah tapi dia punya cinta yang begitu besar.. Cinta tak tergantung ingat nggak, sama juga cinta juga tak akan berkurang oleh omelan (he..he.. Ini bukan excuse mama loh) bila mama banyak marah n ngomel itu hanya bentuk kewajiban mama dan hak anak< lha piye nggak ngomel bila anaknya lompat jendela sekolah hanya tuk mau coba korean food.. Ha..ha.. Tanpa mengurangi cinta, ya nggak?? Ha..ha..

Bersyukur itulah yang harus kita lakukan, atas rahmat dan karuniaNYA, tidak ada yang kebetulan, Clair jadi anak nya papa mama, juga bukan kebetulan Mama jadi mamanya Clair n istrinya ur Pap..  There was purpose.. God’s purpose.. Try to find it, Clair.. Ur birthday’s PR..

Happy Birthday Clairine..

Ada sun sayang dr Mak Wie, Mak mau phone international, takut pulsa mahal, eh Mak Wie ultah 8 dec ini, Bobo juga ultah 23 desember

Kado will send by email, ur ticket 😉

Read Full Post »