Feeds:
Posts
Comments

Jalan diatas beling

Berjalan diatas beling?

Tidak pernah terpikir untuk melakukannya.  Tidak ada guna-nya, ngapain mesti melakukan hal yang aneh, dan lagi apa faedahnya? Mungkin ada faedahnya bila kejadian Mei 1998 terjadi lagi, jadi meniti tembok yang ber-beling-beling bisa dilalui ketika menyelamatkan diri..

Apa yang saya pikir tak berguna, menjaring angin, bisa menjadi berguna. Bahkan berjalan diatas beling ini sering dipakai dalam training-training motivasi sales/penjualan. Untuk menunjukan bahwa mindset atau pola pikir, bahwa yang kita pikir Tidak bisa menjadi BISA. Sama seperti berjalan diatas beling. Kita berpikir pasti tidak bisa berjalan diatas beling dengan kaki telanjang. Ada sebagian orang yang percaya, bahwa ada roh-roh supranatural yang dipakai.

Setelah mencoba menjalaninya kita akan tahu, bahwa berjalan diatas beling BISA dilakukan bila kita tahu CARAnya. Tidak ada roh supranatural.

Bagaimana perasaan ketika berjalan diatas beling?

Cobalah, nanti akan tahu apa rasanya 😉

Awal mula jalan diatas beling, adalah ketika Hai-hai  sahabat maya yang nyata, bercerita kita akan buat atraksi berjalan diatas beling.

“Emang bisa?, nggak bahaya?”

“Bisa, dan nggak bahaya bila tahu caranya”

“Orang bilang ada hal supranatural dan roh-roh lain yang menyertainya, itu semua bullshit, kita buktikan”

“Siapa nanti yang menjadi korban untuk  berjalan duluan?” tanya Hai-hai

“Aku juga nggak pa-pa” jawabku. Padahal blas nggak ngerti dan nggak pernah mikir berani kagaknya.

“Jangan yang pertama, bla..bla..” kata Hai-hai

Hari atraksi tiba. Botol-botol sudah di sediakan namun belum di pecahin. Mendengar suara botol di pecah dengan palu, mulai miris juga 😉

Berjalan tetaplah berjalan.. tegap dan mantap 😉

Tidak ada motifasi, tidak ada roh gentayangan, tidak ada keberanian yang menyala-nyala, tidak ada apa-apa, namun kok bisa?? piye hayo?

Apa kabar?
Ada keluhan?
Bagaimana menstruasi? heavy? teratur?
Bagaimana berhubungan sex?
Kapan mensruasi terakhir?

Itu pertanyaan-pertanyaan rutin yang diajukan prof dokter Tay, dokter senior SGH
Ya setiap tahun sekali saya selalu ngapelin pak profesor untuk tahu kondisi isi perutku
Sejak operasi myom 18 Agustus 2006, memang timbul kembali myom-myom itu, selama tidak mengganggu ya di biarkan saja, bila menopause akan berhent pertumbuhannya

Hari ini 9 Maret 2010, pas international funiture fair di Singapore, yang selalu kuhadiri, sekali dayung dua pulau terlampaui, itulah yang kupikir ketika atur jadwal check up dan pameran.
Pagi sesuai schedule, jam 11.00 USG, lanjut konsltasi dokter am 11.50, setelah selesai bisa lanjut ke expo. Namun rencana tiggallah rencana. USG biasa cepat, namun hari ini lain dari biasa, ada yang di photo banya, detail yang dicetak lebih banyak dari biasa.

“Ada myom?” tanyaku
“Nanti dokter yang akan jelaskan” jawabnya diplomatis

Setengah jam menunggu giliran di ruang tunggu dokter, lalu dipanggil, yalanjut dengan pertanyaan-pertanyaan rutin nya
Saya jawab semuanya Ok, tidak ada keluhan, hanya sebulan terakhir perut kanan bawah bila di pencet sakit..

Setelah itu dia periksa dalam, agak lama..

Akhirnya..
Pak profesor bilang
ada yang membuatnya kuatir, ditemukan kista i inung telur sebesar 6 cm, yang tahun lalu 6 April 2009 tidak ada.
Saya surpraise, jadi anda mesti lakukan test darah dan scscan untuk melihat lebih jelas lagi
waduh, saya besok mesti pulang indonesia” jawab saya
lebih baik ditunda, karena ini urgent.
Melihat mimik nya yang serius, tak bisa di bantah, ya sudah, mengetahui kebenaran adalah hal yang sangat penting. Segera sms my bojo tuk beritahukan hal-hal kemungkinannya, dan kekuatiran yang hinggap sesaat, meski cuma sesaat tapi pedih juga..

Masuk ke ruang kapsul putih, dingin.. sanagt tidak nyaman, karena ada beberapa bagian tubuh yang ditusuk-tusuk jarum, di injeksi dengan cairan yang membuat meriang hangat semriwing, tenggorokan kering haus..

Seperti biasanya, merasakan, membuka seluruh indera untuk ikut merasai apa yang terjadi, ketika cairan injeksion masuk melalui lengan, aliran hangat, mengalir, tiba di dada agak berhenti sejenak dua detik sebelum lanjut ke peut, makin hangat semriwing seperti mentol, tenggorokan merasa kering, pantat agak sakit karena ambaiyen pasti teriak luka ditusuk sesuatu untuk masukin cairan juga..

Masuk kapsul, tarik napas, tahan… 15-20 detik, keluar kapsul lepaskan.. rileks, ulangi lagi, masuk kapsul, tarik napas, tahan… lepaskan. Sudah selesai..

Itulah proses ct-scan..

Jam 14.00 waktu indo, semua test sudah di jalani, ketika masuk ruang ganti, mengambil kunci locker, memasang kembali, cincin kawin, kalung dan memakai baju sendiri, ada rasa sepi yang aneh. Ada kesedihan, lalu sms ke beberapa teman, dan adik-ku yang juga pas tugas di singapure, segera diadatang tuk menemani dan berkonsultasi lanjutan ke dokter, karena bahasa inggris ku juga nggak cetho, he..he..

Besok, adalah saat yang menentukan.

Bakalan nggak bisa tidur neh malam ini, kata adik-ku

Jangan, biarlah hari ini untuk hari ini, kesusahan besk untuk besok, kataku

Aneh, wong kok aneh.. katanya

Fenomena menarik

“Selamat pagi, bapak.. ada yang bisa saya bantu.. ?”
Suara ramah renyah di seberang sana. Kata-kata yang sering terdengar, hampir menjadi “default” semua penjawab telepon di banyak perusahaan.
Hal-hal yang di trainingkan untuk customer servise

Teringat hal yang sama tertulis di kitab:
Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Markus 10:51)

“Berilah fasum (fasilitas umum) yang bagus, Jalan lebar, taman ijo royo-royo”
“Meski persyaratan fasum 30%, berilah lebih..”
“Memberi itu lebih enak daripada menerima”
“Percayalah padaku, dengan memberi lebih, kita akan mendapatkan lebih”

Sharing seorang pimpinan developer, ketika memberika TIP keberhasilan usahanya

Teringat hal yang sama tertulis di kitab:
Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”?? Kis 20:35

“Pak Pendeta, ada baiknya mempunyai jam ke kantor gereja yang rutin Pak, supaya bila ada jemaat yang perlu tahu kemana mencari Pendeta-nya” saran seorang penatua di rapat Majelis
“Nggak perlu, Pendeta itu BUKAN karyawan yang harus ngantor. Jemaat tahu kalau mencariku, di rumah.. ” Jawab pak pendeta tersinggung
“Bapak2 Ibu2,  berkedudukan Majelis, jangan selalu membela Jemaat. Wong Majelis kok mau diatur-atur oleh Jemaatnya, Nggak ada wibawa” lanjutnya lagi..

Teringat training leadership jaman bahulea..
Seorang pemimpin dituntut memiliki sikap tegas dan berwibawa supaya tidak diremehkan oleh bawahannya.

Fenomena yang menarik, sangat menarik.
Ketika sekuler mulai menerapkan nilai-nilai ajaran keagamaan, justru institusi keagamaan mulai menerapkan hal-hal yang dulu dipandang sebagai sekuler.
Mario Teguh, ya, mendengarkan Mario Teguh berbicara, banyak nilai-nilai keagamaan di tanamkan lewat bahasa yang menarik..
Di Camp Remaja Pemuda, malah lebih sering di lakukan outbond, to be number one, the winner, dlsb..
Fenomena yang menarik, sangat menarik.

Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!” (Mrk 10:35)
Jawab-Nya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” (Mrk 10:36)
Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.” (Mrk 10:37)
………….
Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. (Mrk 10:42)
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, (Mrk 10:43)
dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. (Mrk 10:44)
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Mrk 10:45)

“Sekarang cari beras ketan lokal yang bagus sulit”
“Kondang Tresno, hanya dia yang punya ketan no 1, tapi mahal”
“Ke Semarang aja”
“Pesen gula yang TM (Tasik Madu) ya, yang jangan basah loh”

Percakapan-percakapan seperti sering kudengar, berulang setahun sekali. Ya, Mama Mertua ku Desember lalu berusia 85 tahun. Meski hasil laboratorium Prodianya banyak bintang, namun Mamah masih sangat sehat penampakannya. Wanita yang ulet bekerja, semeleh hidupnya, wanita bahagia..

Se-bulan menjelang tahun baru Imlek, Mama selalu membuat ke keranjang, kue manis khas Imlek. Bisa menghabiskan beberapa ton beras ketan dan gula. Kue Keranjang buatan Mamah (sekarang di lanjutkan Cicik yang membuat) adalah yang paling enak yang pernah kumakan. Kenapa ya? ku-tanya kepada my bojo

Karena Mama, maunya semua no 1. Mulai bahan ketan maupun gula-nya. Tahu nggak, kenapa kue keranjang buatan Mamah sangat halus? itu karena giling tepungnya double, alias 2 kali, masaknya pakai kayu selama 10 jam, tanpa pengawet tapi bisa tahan setahun. Aneh bukan? Bukan sulap bukan sihir 🙂 itu semua karena gula juga berfungsi sebagai pengawet.. begitu cerita-nya.

Ya, Mamah mau-nya semua yang terbaik, wong kue keranjang kan biasa untuk sembahyangan. Jadi berikan yang terbaik untuk Tuhan. Jadi ingat ada tertulis

“Whatever you do, do it readily, as to the Lord and not to men”
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Kue Keranjang atau Nian Gao atau lebih sering disebut Kue Kranjang (tii kwee), kue ini mendapat nama dari cetakannya yang terbuat dari keranjang, namun sekarang untuk praktisnya cetakan dibuat dari aluminium 😉

tepung ketan di giling dan diayak halus

di-uleni

di rebus minumum 10 jam

cetakan jaman dulu pakai keranjang

siap di pasarkan


Nenen

cakep banget..
mancung hidungnya
nyathis dagu-nya
siapa namanya?

Calvin..
berat 3,5 kg, panjang 51 cm
hmm
bila minum susu kuat banget..

oe..oe..

Calvin nangis
minta nenen ya?
“iya sih, kepingin nenen terus, sayang ASInya nggak cukup, mesti di srunding botol” kata maminya bangga.

Jadi ingat, lima belas tahun lalu, tersenyum ku membayangkan indahnya mempunyai anak.
Clair anak semata wayang, lahir karena anugerah Yang Maha Kuasa.
Tuhan bukan hanya mengaruniakan seorang bayi perempuan mungil, namun DIA juga mempersiapkan ibunya, untuk siap memeliharanya.
Ya, itu yang aku percaya sejak awal. Dari seorang cewek tomboy yang tidak suka anak kecil, mulai belajar mengasihi darah daging, dengan berinteraksi daeri tendangan-tendangan si jabang bayi ketika malam hari.
Terkadang Clair lebih suka nendang di perut bagian kiri, sehingga nampak lucu sekali karena ada sundulan-sundulan bergerak aneh di sisi kiri, bila demikian sering kali kutarik tangan my bojo untuk ikut merasakan gerakan si bocah dalam perut 🙂
Rasanya aneh menyenangkan interaksi kami bertiga, duh kepingin mengulangnya 😉

Bagian-bagian tubuh mulai padat berisi, menyesuaikan keberadaan si bocah,  bentuk tubuh wanita hamil itu sebenarnya bentuk yang paling indah, membuat timbulnya rasa kasih sayang bila memandangnya.
Beberapa waktu yang lalu, suami bersama konco-konconya menengok teman yang baru melahirkan, pulang lalu cerita

“Kata Andi (yang baru mempunyai baby), ada Metode baru, sekarang begitu lahir ceprot, si baby di taruh di perut ibunya, eh lucu loh dia langsung merayap”  ceritanya
“loh tidak tahukah kamu? si Clair dulu juga aku begitukan.. membiarkannya merayap mencari nenen?” kataku tertawa
“Oh iya ya, dulu Clair nggak mau di gedong (dibungkus kayak lemper), klugat kluget, tulangnya kuat kayak aku” dia balas ketawa.

Pemberian ASI eksklusif pada bayi pada satu jam pertama sangatlah penting. Sentuhan kulit antara ibu dan bayi saat pertama kali bayi lahir, merupakan faktor penting dalam awal proses menyusui setelah bayi dilahirkan.
Selama proses ini, bayi akan tetap hangat dan memastikan bayi memperoleh ASI, yang secara medis terbukti memberikan daya tahan yang luar biasa pada tubuh anak.

Ya, ketika si jabang bayi lahir, mulai merayap secara alami, untuk mencari ASI. Gerakan-gerakan bayi lucu sekali bila beringsut-ingsut mencari nenen, aku paling suka mengamatinya, bayangkan si pemberani yang baru datang ke dunia yang asing,  tidak se-nyaman perut ibunya, belum pernah diajar untuk berjuang.
Namun naluri alamiahnya sudah nampak. BERJUANG untuk hidup, sudah dilakukan-nya sejak keluar dari kandungan. Mengamati Clair yang beringsut-ingsut mencari kehangatan, lucu mengharukan. Kadang bila kepingin menggodanya, agak ku-jauhkan nenen-nya, want to know how strugle she is..
Tahukah anda? Clair tidak pernah minum susu kaleng selama ada ASI, bahkan dia tidak bisa minum pakai botol selamanya.
Banyak yang mengira ASI tidak cukup, kasihan si jabang bayi akan kelaparan. Sebenarnya tubuh ibu menyediakan sesuai kebutuhan, ibu akan memproduksi ASI sebanyak kebutuhan baby, semakin banyak dia minum, semakin banyak produksinya. Clair tidak pernah di jadwal minum ASInya, bila dia haus ya minum, aneh tapi nyata, seperti buli-buli Janda Sarfat yang di berkati nabi Elia, tidak pernah kehabisan dan kekurangan.

Ketika Sabtu lalu menengok si Calvin yang baru nongol, segera ku ceritakan ke Kristin, happy mami, mencoba “tega” untuk tidak menyruding (menambah) dengan susu kaleng, pasti akan cukup, karena Tuhan sudah merancang tubuh selalu bisa memenuhi kebutuhannya.

ASI buanyak sekali faedahnya
1. sehat, tidak mudah sakit (infeksi pencernaan)
2. hemat karena tidak tergatung fluktuasi harga susu
3. praktis, bila pergi2 nggak perlu boyongan termos
4. membuat bayi cerdas dan kuat
5. hubungan ibu anak, wow, tak terselami..
6. dll

note ini buat Kristin-Helmi,  Selvia-Halim, Budi-Sembilan

“Apakah mereka harus mati, untuk membawaku kembali? bukankan aku tidak kemana-mana? ataukah sudah sedemikian tegar tengkuk-kah aku hingga mereka harus mati??? mengapa perlu demikian banyak jiwa? untuk membawa ku kembali memuliakanMU?? ujian untuk kebaikanku-kah, untuk menjadikanku lebih baik? untuk keselamatan jiwakukah??” sesal-ku ketika mendapat kabar kecelakaan kerja yang mengakibatkan 7 orang korban meninggal.

“Jangan melihat jumlah korban, jangan berprasangka, kita tidak tahu” kata seorang teman

Ya berprasangka itulah default manusia, paling mudah untuk mengarang cerita, lari bersembunyi dari fakta, sulit untuk membuka mata melihat yang sebenarnya terjadi, takut menghadapi dengan jujur.

Tragedi, musibah besar, angin badai menerjang melalah luntukkan yang di temuinya, demikian besar, demikan dahsyat hingga mampu memisah kan tubuh dengan jiwa, memisahkan jiwa dengan roh..

Seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, setelah satu kejadian, di susul serentetan kejadian bersamanya, membuat ketakutan, paranoid, bersiap sedia menantang ayoo cepet,  apa dan siapa lagi yang mau datang, sekalian bila mau meremukkan, tantangan putus asa yang kosong di lontarkan dengan lutut bergetar ketakutan.

Ketika melihat kemacetan di depan kantor, bisa menggigil berprasangka adakah lagi yang menjadi korban kecelakaan??

Ketika suami pergi keluar kota seperti biasa, merengek-rengek untuk membatalkan niatnya, ketika niat tak bisa dicegah, memohonnya untuk memakai sopir, tuakut ada apa-apa di jalan..

Tuhan bila menguji hingga batas kekuatan, wow.. firman yang melegakan sekaligus menakutkan.

Mencari jawaban setiap persoalan dalam alkitab, tetap tak terjawabkan..

Prasangka demi prasangka, membuat busuknya luka.

Ketika sudah diambang batas, tidak tahu lagi harus melakukan apa, selain berserah, seleh, tidak ada lagi yang harus dipertahankan, pasrah. Saat itulah prasangka tidak lagi nyengir menantang,  ketakutan hanya muncul bila ada berita, kegelisahan jiwa berlalu dengan lewatnya waktu. Ya waktu adalah saat jeda yang di perlukan untuk mengeringkan luka. Berbekas tapi tidak sakit lagi. Teringat dan tak terlupakan, tetapi berbeda rasa..

Ada cerita, beberapa hari setelah pulang dari Jogja. “Tahu nggak, waktu lewat U Turn di ring road utara, tidak ada sign U turn, ada truk riting kiri, aku salib sebelah kanan, tiba-tiba truk ke kanan ternyata mau belok balik arah, terpaksa mobil aku balik arah ngikut truk hingga masuk jalur lawan, truk berhenti, mobil aku balik lagi melawan arus dan kembali ke jalur awal. Gila, hampir celaka” cerita my bojo dengan nada biasa.

Cerita biasa membuat-ku menangis minta ampun. Tuhan tidak diam. Ada banyak hal yang kita tidak tahu, yang harus kita syukuri. DIA luputkan kecelakaan, untuk menolong Joli. Dibalik musibah ada banyak cerita positif, membuat mata melek, tak cukup waktu seharian tuk ucapkan syukur untuk kebaikan Tuhan.

Hari ini membaca buku “shack” personifikasi Allah dalam cerita novel

“Apakah hanya karena AKU membuat kebaikan2  setelah tragedi yang tidak terucapkan, tidak berarti AKU yang merancang tragedi itu. Jangan pernah berpikir bahwa jika AKU menggunakan sesuatu berarti AKU penyebabnya atau AKU memerlukan untuk melakukan kehendaKU. Kasih karunia tidak bergantung pada penderitaan. Namun dimana terdapat penderitaan kamu akan menemukan kasih karunia dalam banyak wajah dan warna”

Surat kepada Clair

Clarin

Dearest Clairine

Ada satu cerita, masa lalu Mama yang perlu kamu tahu..

“Hmmm nampaknya, anda akan sulit punya anak” kata dr Glondong.. Itulah berita yang sempat membuat bingung, mesti menata ulang my future 😦
Kebingungan dan kesedihan tetap tak terselesaikan bila dipikir sendirian..

Besok pagi-nya ketika ketemu pacarnya mama di kantor mebel Pucangsawit, segera minta jadwal kencan di ajukan. Sore itu dengan berboncengan muter-muter kota Solo, entah sudah berapa kali melewati manahan. Entah sudah berapa kali bolak balik Jl Slamet Riyadi, berboncengan berdua, tanpa bicara. Ya, my pacar mesti berpikir keras juga setelah mendengar penjelasan dr Glondong hal myom dan kista, yang ngendon di perutku, bukan tidak ada kesempatan tuk punya anak sih.. Hanya sulit.. Meski bagi mama ya  podo ae..

Berputar2 tak akan menyelesaikan masalah, bola di my pacar, terserah dia my lanjut or not..

Beberapa hari kemudian, my pacar bilang “kita jalani bersama”…
Clair, ketika mama mendengar perkataan itu, terbukalah mata dan hati mama tuk mengerti apa makna dan arti cinta tak bersyarat.
Itu-lah your Papa, tidak banyak omong tentang cinta, tapi mempraktekkannya…

Ingat tante Tantri, istri om Iwan, roti Gita, menyarankan untuk berobat ke klinik pura ibunda di Jogja, dokternya bernama dr Lukas, meski tak punya anak, namun banyak menolong pasangan yang sulit punya anak. Singkat cerita Mama mesti operasi kista di rahim.

Tanggal 5 Desember 1994, lahirlah seorang bayi perempuan,  kecil mungil, karena ngeyel keluar sebelum waktunya 😉 dia mau keluar sesuai jadwal sinterklas bagi kado kalee?
Ya, 5 desember 1994, itulah mama menerima “keajaiban” dari Tuhan, Clair, kamu lah keajaiban yang diberikan Tuhan kepada Mama n Papa..
Setiap kali mengingat ulang tahun mu selalu ingat kasih karunia Tuhan.. Itu mama loh, kalau ur Pap, mesti di reminder lah ha..ha..,  coba tebak? ulang tahun Clair ini ingat gak? Wong BB nya lum mama kasih reminder.. Ha..ha.. Tapi Clair tahu dan rasakan kan? how deep his love to you..

Ketika tahun 1998 kita tinggal di Kerobokan Bali, di rumah kayu, tidur di lantai kayu ingat? Pernah suatu ketika ketika melihat Clair tidur, Papa bilang : “Besok bila kita punya anak lagi, apakah cinta-ku bisa sebesar cinta pada Clair ya?” Tuh.. Clair, lihatlah cinta ur pap, biar tak ingat ultah tapi dia punya cinta yang begitu besar.. Cinta tak tergantung ingat nggak, sama juga cinta juga tak akan berkurang oleh omelan (he..he.. Ini bukan excuse mama loh) bila mama banyak marah n ngomel itu hanya bentuk kewajiban mama dan hak anak< lha piye nggak ngomel bila anaknya lompat jendela sekolah hanya tuk mau coba korean food.. Ha..ha.. Tanpa mengurangi cinta, ya nggak?? Ha..ha..

Bersyukur itulah yang harus kita lakukan, atas rahmat dan karuniaNYA, tidak ada yang kebetulan, Clair jadi anak nya papa mama, juga bukan kebetulan Mama jadi mamanya Clair n istrinya ur Pap..  There was purpose.. God’s purpose.. Try to find it, Clair.. Ur birthday’s PR..

Happy Birthday Clairine..

Ada sun sayang dr Mak Wie, Mak mau phone international, takut pulsa mahal, eh Mak Wie ultah 8 dec ini, Bobo juga ultah 23 desember

Kado will send by email, ur ticket 😉

mencari aku

 

Pesta, untuk tampil cantik, rela bertopeng kepalsuan. Bulu mata palsu, amplas, scrub, dempul,  filler wajah, wah nggak kan dikenal lagi tidak kayak Joli. Beruntung punya stok senyum dan tawa berlimpah, so tak perlu senyum palsu. Kata Tante Paku “Dalam sukacita harus berjaga dan siap terima dukacita sama banyaknya”.

Ditengah persiapan pemberkatan pernikahan keponakan tercinta di pantai Mutiara Jakarta, tiba-tiba terdengar dering telpon dengan suara gagap dan latar belakang raungan sirine, berita mengejutkan, kecelakaan di tempat kerja, ya musibah besar menanti. Ada 6 prajurit-ku gugur, meninggal.. Mati.. Terbayang kejadian ketika ku kecil, waktu kebakaran pabrik, Papa harus ke polisi tuk diperiksa dll,.. Tit..tit, sms tambah satu lagi, 7 orang meninggal,

Aku shock, hidup serasa mati, sebelum kesadaran lenyap, segera sms my bojo, “there is big problem, aku PULANG, carikan “teman””. Juga sms Hai2, tolongin Joli ya Hai, minta  Iis (istri hai2 bekerja di biro travel) carikan Joli tiket pulang, SEKARANG, seadanya, mau Solo or Jogja, bayarin sik, dan bantuin berdoa ya Hai, pls.. Aku tuakut.
Terbayang ada penjara menanti… Ada banyak tangis keluarga para staff menunggu-ku, ada banyak polisi siap menanti, ada buanyak hal tak ku mengerti, membuat aku tuakut..

Dalam panik, duka, takut, putus asa berbaur jadi satu. Tak bisa berpikir, tak kuasa berdoa.. Sabtu sore jalan macet, perjalanan yang harusnya cepet pantai mutiara ke bandara jadi luama krn sopir salah jalur.. Satu setengah jam, hampir dua jam malah.. Berlari-lari dengan sepatu jinjit, muka kayak ondel2 pun tak peduli, mengejar pesawat. Akhirnya dapat Sriwijaya jurusan Solo, di dalam pesawat lastest, tak bisa apa-apa,  hanya pejamkan mata dan berusaha mengucap doa Bapa kami… tertidur… Alhamdulilah, seruan lega para penumpang membangunkan, saatnya landing, ternyata di beban puncak, batas kekuatan, dalam tidur terhindar gonjang ganjing pesawat oleh angin dan cuaca buruk.. ya ternyata penumpang panik karena cuaca buruk..

Sesudahnya…, hidup bagaikan robot, ketika prahara dasyat menghantam, membuat tubuh, jiwa, dan roh seakan tercerai dan tak sepakat…

Ketika
Tubuh berlari dan akal budi bergerak terus, mencari pertolongan,
Sang jiwa gelisah dan ketakutan,
roh mencoba diam tenang supaya dapat berdoa.

Roh berkata kepada jiwa, : ” tenanglah wahai jiwaku.. ”

“Tidak bisa, bagaimana bisa tenang bila dalam sedih dan takut?
Ok meski tak bisa tenang kucoba tuk diam.. ” Jawab jiwa

Tubuh dan akal berkata : “Ayo kamu harus tetap tegar dan kuat, ada banyak orang puluhan bahkan ratusan bergantung kepadamu.. Ayo cari jalan.. “. Itu niat dari sang tubuh..

Tekanan silih berganti..
Terkapar,
radang,
flu berat,

tubuh menyerah,
“puji Tuhan”, kata jiwa dan roh.
Saatnya kita sepakat..
Apa yang mau kita buat??
Tidak tahu..
Sepakat menyerah.. Pasrah..
Bersama kami bersujud,
pls help me Lord, pls Lord.. Tolonglah Tuhan.. Pls.. Please…

Ketika Badai menerjang klik di sini

Itu pengalaman tepat sebulan yang lalu, medio october kemarin, belum selesai sih, namun ada banyak hal yang membuat mata ini menjadi celik.

Dalam semua kejadian ini nyata firmanNYA, : “AKUlah Tuhan Allahmu…”
ya dalam semua hal, DIA lah Tuhan.

NOT YET FINISHED…

Badai

Woman in Wind

Angin sepoi, mengelus,
merasakan betapa lembut kasih Pencipta membuai..
Indahnya hidup di dunia..
Kasih Sang Khalik nyata, siapa yang dapat menolak nikmatnya?

Angin keras, menerpa, berantakan indah,
Merasakan betapa tegas kasih Pencipta menyapa..
Warna warni hidup di dunia..
Adil Sang Khalik nyata, siapa yang dapat membantahnya?

Angin badai, menghantam, terjengkang, TKO…,
Merasakan betapa gelora ujian Pencipta mencoba..
Kacau balau hidup di dunia
Kuasa Sang Khalik dahsyat, siapa yang sanggup menahannya?

Hantaman badai,
Gelegar kilat menyambar..
Memisah tubuh, jiwa, roh..
Aku takuut..

Menyerah…
Pasrah..
CintaNya menghanguskan..
Nyawa-nyawa berjatuhan, berkorban,
Untuk sebuah hajaran..
Untuk sebuah cinta..

Mana sanggup aku..
Mana berani aku..

Menyerah..
Pasrah..
Sendiko dawuh Gusti..

Di balik Topeng

Iklan Fesbuk mudah dan murah tertempel di baliho-baliho dan spanduk-spandul di perempatan..  internet bisa di akses via hp dengan murah,  semua berpesbuk ria. Dunia maya, membuat keajaiban, orang-orang dari berbagai kalangan yang tak pernah terpikirkan bisa menjadi “teman”, kawan-kawan lawas pun bisa conect lagi, kawan nya kawan juga bisa jadi “teman”

Cara berinteraksi di dunia maya, membuat kita bisa bebas, sebebas-bebasnya, termasuk menentukan nama dan karakter yang mau di mainkan. Satu orang bisa mempunyai banyak nick, dan mungkin banyak peran juga.. Ada teman kalau pas chat jadi “aneh” sangat beda dengan kalau keadaan normal nya dia. Ada yang menjadi manja ke-kanak-kanak-an, ada yang mau nampak ceria sepanjang masa, ada  yang mau peran antagonis..

Kalau di usia Remaja, dunia maya juga sebagai ajang mengaktualisasikan diri, Narsis sudah menjadi hal wajar.. banyak photo model dadakan. Asik juga sih.. Joli bisa melihat dan mengikuti kegiatan Clair my daughter juga dari ledakan dunia maya ini..

Di balik perlindungan dunia maya, sikap galak dan bermusuhan pun tidak canggung-canggung untuk di pamerkan ke kalayak dunia maya, bebas. Mungkin ini yang membuat dunia maya menjadi banyak penggemarnya.. Berlindung di balik nick name, kita merasa tak perlu jaim, mau ngamuk-pun bisa dengan leluasa mengeluarkan kata caci maki, tanpa rasa risi, bahkan bisa menjadi saluran unloading emosi..
Mau lempar batu sembunyi tangan pun bisa, bahkan nampak keroyokan pun bisa karean satu orang bisa  mempunyai banyak Nick

Nick name, seakan merahasiakan identitas. Apakah dengan tanpa di kenali kita bisa bebas dan benar-benar tak terkenali?
10 Oktober 2009, ada kegiatan bersama anak-anak compassion, semua memakai topeng, ketika memakai topeng, meski hanya secuil penutup muka, sensasi yang di rasakan berbeda.. Waktu itu bisa menjadi ceria bersama-sama 200 an anak, berteriak dan tertawa ngakak, le[as bebas, meski ketika berangkat-nya ni hati kemrungsung. Ya di balik topeng serasa bisa menyembunyikan sekaligus menampakan, hal yang kita inginkan..

‘Give a man a mask, and he’ll show you his true face..’

Pepatah di atas benarkah? berilah seorang pria topeng, maka dia akan menampak-kan siapa dia sebenarnya..

Dua tahun lalu, ketika di SS, semua tamu tanpa menjadi member SS bisa berkomentar, wah seru, bisa macam-macam komentarnya, hingga erusi masuk jadi kacau.. lalu timbulah policy baru di launcing admin, pengunjung (bukan member tidak bisa komentar). Pada waktu itu, awal-awal Joli masuk SS, sometimes bila ada pertanyaan nyleneh atau pemikiran liar yang kira2 akan di omeli oleh gereja, aku tanyakan di SS ini tanpa nick, alias pengunjung. Bila mau komen yang normal-normal baru pakai nick Joli 😉

Nah, aku ingat-ingat, ketika tanpa nama, hanya sebagai anonim, bisa berkomentar apa saja, bisa ngomel sekalipun. Apakah yang aku tulis itu tidak mencerminkan seorang Joli? Aku pikir tidak, wong aku bisa berperan sebagai apapun, bisa sebagai anak2, bisa sebagai istri, bisa sebagai apapun. Jadi ingat si Oma, dulu sebagai Esti, selalu memanggil siapa aja dengan kakak, kk Xaris, kk Dennis, dll..
Kembali lagi, ketika menulis sebagai anonim, berperan sebagai anak-anak, istri atau suami atau Opa sekalipun, apakah itu tidak mencerminkan diri seorang Joli? Setelah di baca ulang, merunut kembali, kalau mau jujur, itulah Joli.. meski sembunyi di balik anonim, dia tetap Joli, bahkan bisa jadi justru itulah pribadi Joli yang tersembunyi…

Wah..wah.. berarti bener juga kata-kata..

Oscar Wilde said, “Give a man a mask and he’ll tell you the truth”.