Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘cerita’

Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko..

Mungkin belum banyak yang tahu, karena memang tidak se-terkenal Prambanan atau Borobudur.

Letak 17 km dari Jogja, 3 km dari Prambanan,

Suasana jauh lebih sejuk di bandingan candi Prambanan, karena terletak di bukit Boko (196 m dr permukaan laut)

Dengan background persawahan dan pemandangan Merapi dengan luas 225.000 m2

Bentuk arsitektur yang berbeda dengan candi lainnya, mungkin termasuk Candi modern pada jamannya..

Selain Gapura, sumur dan kolam-kolam nampak membuat Candi ini berbeda.. sangat  Exotic..

Salah satu Pesona yang tidak tertandingi adalah view ketika sunrise maupun sunset.. LUAR  BIASA

Clair n Ratu Boko

Ratu Boko View

Ratu Boko View

Ratu Boko kolam2

kolam Ratu Boko

kolam Ratu Boko

Kolam Ratu Boko

Kolam Ratu Boko

Ratu Boko

Ratu Boko

Kolam Ratu Boko

Kolam Ratu Boko

Sunset Ratu Boko

Sunset Ratu Boko

Advertisements

Read Full Post »

Batsyeba

Kemolekan adalah bohong
Kecantikan adalah sia-sia

Tubuh indah dan wajah cantik adalah dambaan setiap wanita, ya.. aku menikmatinya.. dulu..   sekarang nikmat itu menjadi laknat..

Dia yang punya negara, dia yang punya bala tentara, dia yang punya kuasa, dia yang punya segalanya ya dialah Raja.. rakyat rela memberi nyawanya untuk sang raja yang berkuasa, demikian juga suamiku memberi diri untuk menjadi pasukannya, pula ayahku juga rela memberi nyawa, kakekku mengabdikan diri dan hormat kepada Sang Baginda..

Hari itu Sang Raja memanggilku, mengundangku ke Istananya, segera kudatang dengan buru-buru dan gelisah, adakah hal yang terjadi dengan suamiku di medan perang?

Hari itu bukan berita tentang suamiku yang kudapat, tetapi cerita gelap dari seorang istri yang menjadi tidak setia kepada suami.. ya hari itu  Sang Raja meminta-ku, mengajak-ku, membuai-ku…  membuatku berstatus “istri tidak setia”..

Bagai mimpi buruk di tengah hari.. najis.. najis.. najis.. itulah yang kurasakan.. kurendam tubuhku di kolam istana.. kuharap bisa membersihkan tubuhku, ku-sabun tubuhku puluhan kali, kuharap dapat menghilangkan kotoran-nya.. najis.. najis.. najis..  berkali-kali.. kumasukkan kepalaku ke air.. tetap terngiang najis.. najis.. najis..

Ku tak tahu.. hidup bagai di neraka, menunggu suami pulang di medan perang, semakin tersiksa ketika kutahu aku hamil, kembali kuingat peristiwa hari itu.. semakin tersiksa, ku tak kuat menanggungnya sendiri, kuputuskan untuk memberitahu kepada “Yang Berkuasa”, memberitahukan kehamilanku..

Hati merasa  gelisah, entah apa yang kukatakan bila suamiku pulang.. selalu dikejar rasa bersalah kepada suamiku.. istri apa aku ini, ketika suami mempertaruhkan nyawa untuk negara dibalas khianat seorang istri.. dalam kegelisahanku, tiba-tiba kudapat berita suamiku gugur di medan perang..  oooohhh suamiku untuk minta ampun-pun aku tak sempat.. ampuni.. ampuni istrimu yang tidak setia..

Beberapa waktu kemudian,  Baginda Raja mengambilku menjadi istrinya, menjadi istri raja adalah impianku ketika kecil, di masa kecil sering ku-melihat kakek di istana raja yang megah, mengantar ayah yang gagah perkasa  berangkat ke istana.. ya menjadi istri raja adalah impianku sejak kecil, namun bukan dengan cara seperti ini.. hamil

Usia kehamilan sudah semakin tua.. kudapati Sang Baginda Raja bersedih hati, bukan seperti biasa seorang bapa menunggu kelahiran puteranya. Sang Baginda seperti tampak berbeban sangat berat setelah bertemu dan berbicara dengan nabi Natan kemarin, namun ku tak tahu kenapa..

Sudah waktunya ku melahirkan.. anakku, yang kukandung dengan segala macam rasa, rasa sesal, rasa bersalah, rasa sedih, rasa kuatir..

Anak yang kutunggu-tunggu akhirnya lahir juga, bayi yang lemah hadir di dunia yang keras, bayi yang ternyata tidak bisa kutimang.. ya.. bayi yang kutunggu tak mau dipangku.. bayiku meninggal setelah menderita sakit 7 hari lamanya..  oooohhh betapa sedih hatiku.. Uria suamiku.. inikah hukuman istri yang tidak setia kepada suaminya?.. bila boleh meminta.. biarlah aku mati bersama bayiku.. biarlah aku mati..selesai sudah semua-nya..

Salah seorang istri Baginda datang menghiburku, mengingatkanku untuk tidak membuat kesalahan baru lagi, sudah menjadi istri Raja hendaklah berperilaku sebagai istri Raja, menyesali yang sudah itu baik namun lebih baik adalha menebusnya dengan berlaku lebih baik, begitu nasihatnya.. Kakak begitu ku memanggilnya, dia sungguh seorang istri yang amat bijak, kakak banyak bercerita kehidupan seorang istri dan bagaimana seharusnya menjadi penolong suami, kakak sungguh istri yang amat baik..

Sang Baginda juga datang menghiburku,  sangat baik kepadaku, tahu betapa hancurnya hatiku,  tahu betapa sedihnya diriku..  Baginda Raja bersamaku malam itu,  Baginda Raja menghampiriku..

Tuhan baik, sungguh amat baik.. “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya,  yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN” begitu kata Baginda raja, ya.. Tuhan telah berbelas kasihan mengampuniku dengan memberi karunia seorang putera..

Ku ingat nasihat kakak, penyesalan saja tidak cukup, kuingin menjadi lebih baik, aku akan mengasihi, mendidik puteraku dengan baik, membuat bapa-nya bangga, juga aku akan merawat diriku supaya menjadi istri kekasih suami, dan menjadi istri yang baik,  menebus masa lalu..

Read Full Post »