Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2011

Bertobatlah, bila mau sehat

“Bapak Jatungnya sudah bagus, kabel-kabel sudah di ganti baru, NAMUN darah bapak masih darah yang lama. Masih manis, masih ada kolesterol..” Kata Hellen ahli gizi PAH memberi penjelasan.

“Dengan pola hidup yang lama, maka segala sesuatu yang baru ini ada kemungkinan masih akan bisa berulang. Untuk supaya tidak mengalami hal yang sama, maka pola makan dan cara hidup mesti juga baru”

Lalu Hellen membuka buku dan mengeluarkan alat-alat peraga berupa mangkok dan sendok berbagai ukuran.

Penjelasan proses pencernaan makanan oleh ahli gizi

“Ok, kita ngobrol dulu ya Pak” lanjut Helen

“Bangun pagi jam berapa?”

“Ada olah raga pagi?”

“ya setiap pagi saya jalan kaki dan jogging, hampir satu jam” kata Papa dengan bangga

“Bagus, jam berapa makan pagi-nya? makan nasi, quaker, atau bubur? Ada telor, daging atau ikan?” cara bertanyanya-nya asik.

“Berapa takaran-nya? mangkuk yang ini atau yang ini?” lanjutnya sambil mengangkat mangkuk dan sendok berbagai ukuran

Takaran ahli gizi

Santai tapi serius. Itulah kesan-ku ketika bertemu dengan Hellen. Jadi ingat guru sekolah minggu ketika persiapan mengajar dengan peraga.

“Ada banyak makanan yang enak sekaligus sehat. Terutama dari tumbuh-tumbuhan.

Tuhan ciptakan makanan yang menarik. Lihat ada banyak warna sayur. Supaya bila mata melihat cantik dan segarnya, akan mengirim pesan ke otak, betapa enaknya.

Daging merah, udang, kerang, boleh di elak-kan ya pak.

Buah juga makan sepotong saja, karena kandungan gula ada lumayan. Boleh makan tapi ukuran yang pas. Pisang kira2 2 inci saja.”

Kata Helen sambil menunjukan jari2nya memperagakan 2 inci itu seberapa.

“Kenapa Tuhan cipta-kan buah musiman, seperti durian, duku, rambutan, langsat, hanya berbuah satu tahun sekali? supaya kita manusia tidak terlalu banyak memakannya. Sayang-nya ini manusia bila sudah suka sulit dicegah, maka di rekayasa, durian bisa berbuah terus menerus, jadi kolesterol tinggi lah” katanya sambil 🙂

“Jadi untuk buah-buah musiman, jangan terlalu banyak, sedikit-sedikit boleh lah..”

“Bapak suka sarapan roti? pakai mentega? Coba-in resep ini, cincang bawang putih, campur dengan separoh alpukat, hmm rasa nya lezat seperti telor loh pak. tambahkan daun selada, dan sedikit tomat, wah sudah pasti akan sangat lezat”

Ada banyak makanan enak yang sehat, silahkan coba Pak:)

Cara menjelaskannya asik dan menarik.

Wah Hellen, terima kasih, bagus dan informatif.

Thank you,  Thank you

Advertisements

Read Full Post »

Terkantuk-kantuk di dalam kereta Malabar Bandung, lheezzzzzz, tidur pules, tiba-tiba di senggol ama my bojo, ada telpon dr my bro yang mengantar my papa ke Penang tuk periksa Jantung. Konon kabarnya Rumah Sakit di Penang selain sangat bagus dalam operasi jantung, biaya-nya pun lebih murah di bandingkan Jakarta, apalagi Singapore.

“No way out, kecuali operasi jantung bypass”  kata-nya dari seberang sana.

“Ya wis” kata-ku

“Bentar, ini kamar-nya penuh, ngantri dulu”

“Papa mau pulang dulu”

“Walah, langsung aja, nanti kalau pulang sik, keberanian papa bisa berkurang, lalu mundur-mundur lagi” kata-ku, karena aku tahu-lah bagaimana my papa

“Ok, ni segera antri jadwal operasi” jawab my bro

“Sudah dapat jadwal operasi papa hari Senin 28 feb. Kalau kita tinggal disini, bila ada yang cancel maka jadwal akan maju, kamu kesininya kamis aja, ganti-an”

“OK”

Selasa, segera me-reschedule jadwal meeting dalam seminggu itu di mampatkan di hari selasa dan rabu. Tiba-tiba di siang hari dapat kabar, operasi di majukan besok jam 12.00 siang.

Walah,  segera mabur ke Penang via Jakarta..

Sampai di Penang, sudah di atur penjemputan dari apartment tempat adik-ku menginap, langsung ke Hospital

Masuk hospital, tertampang tulisan “God Heals, We help.. Tuhan menyembuhkan, Kami membantu..”

Motto yang sangat indah

Tuhan menyembuhkan, kami membantu
God heals, we help.. 

Motto nya rendah hati ya?

Masuk kamar operasi, Papa sudah terbaring di ruang persiapan, dengan oksigen di hidungnya. Mendengarkan papa cerita kronologis pemeriksaannya.. Mata ini tiba-tiba tertumbuk pada gambar di atas Papa. Gambar Tuhan Yesus melihat dokter-suster yang sedang melakukan operasi jantung.

“Pa, bentar, aku mau photo gambar ini”

“Apik loh Pah, Tuhan Yesus turut serta dalam ruang operasi” lanjut-ku

“Memang kok, rumah sakit ini milik advent. Mereka ajak-in berdoa. Makanan juga di sini sehat loh, ciak jay..” kata Papa

Jesus and doctor

Photo yang menentram-kan hati ini terpasang di kamar operasi, melihat gambar Tuhan Yesus yg lagi nungguin dan melihat anak2NYA sedang saling menolong, sungguh sangat menghibur dan memberi kekuatan. Thanks God

“Titip my papa ya Tuhan, tolonglah dia, beri kekuatan dan keberanian untuk berjuang..” doa-ku

Ada cerita di balik photo itu, tentang kesaksian seorang anak yang akan di operasi jantungnya, dia yakin sekali ada Yesus di dalam jantungnya, keyakinan-nya membawa dokter jantung menemukan juga Yesus 🙂

I Found Jesus There


The surgeon sat beside the boy’s bed; the boy’s parents sat across from him. “Tomorrow morning,” the surgeon began, “I’ll open up your heart…”

“You’ll find Jesus there,” the boy interrupted.

The surgeon looked up, annoyed. “I’ll cut your heart open,” he continued, “to see how much damage has been done…”

“But when you open up my heart, you’ll find Jesus in there.” The surgeon looked to the parents, who sat quietly.

“When I see how much damage has been done, I’ll sew your heart and chest back up and I’ll plan what to do next.”

“But you’ll find Jesus in my heart. The Bible says He lives there. The hymns all say He lives there. You’ll find Him in my heart.”

The surgeon had had enough. “I’ll tell you what I’ll find in your heart. I’ll find damaged muscle, low blood supply, and weakened vessels. And I’ll find out if I can make you well.”

“You’ll find Jesus there too. He lives there.”

The surgeon left. After the surgery, the surgeon sat in his office, recording his notes: “…damaged aorta, damaged pulmonary vein, widespread muscle degeneration. No hope for transplant, no hope for cure. Therapy: painkillers and bed rest. Prognosis:” here he paused, “death within one year.”

He stopped the recorder, but there was more to be said. “Why?” he asked aloud.

“Why did Thou do this? Thou put him here; Thou has given him this pain; and Thou cursed him to an early death. Why?”

The Lord answered, “The boy, My lamb, was not meant for your flock for long, for he is a part of My flock, and will forever be. Here, in My flock, he will feel no pain, and will be comforted as you cannot imagine. His parents will one day join him here, and they will know peace, and My flock will continue to grow.”

The surgeon’s tears were hot, but his anger was hotter. “Thou created that boy, and Thou created that heart. He’ll be dead in months. Why?”

The Lord answered, “The boy, my lamb, shall return to my flock, for he has done his duty: I did not put My lamb with your flock to lose him, but to retrieve another lost lamb.”

The surgeon wept.

The surgeon sat beside the boy’s bed; the boy’s parents sat across from him. The boy awoke and whispered, “Did you cut open my heart?”

“Yes,” said the surgeon.

“What did you find?” asked the boy.

“I found Jesus there,” said the surgeon.

Operasi Papa sekitar 3,5 jam an kata dokter, tapi hingga jam 5 sore kami belum boleh menengoknya. karena Papa belum sadar. Beberapa jam kemudian kami boleh masuk ke ruang ICU untuk melihat Papa, nampaknya sih OK, ketika tangan diminta menggemgem, dia lakukan dengan baik, demikian juga kaki-nya juga memberi respond yang baik

Syukur kepada Tuhan, everything OK..

Penang Adventist Hospital

Rumah sakit yang akan ku rekomendasikan kepada seluruh teman-teman ku

apa sebab??

Saya pernah operasi di RS swata di Indonesia, Saya pernah operasi beberapa kali di Singapore. dan sekarang saya menungguin papa operasi di Penang.

Di rumah sakit Penang Adventist Hospital inilah yang paling Ok menurut-ku 🙂

SOP (Standart Operasion Procedure) nya mungkin hampir sama..

menanyakan nama pasien, mau operasi apa, alergi obat, ada gigi palsu, dll..

yang membedakan adalah.. perhatian dan keseriusan juga biaya-nya

di kamar operasi

Dii Indo, dokter dan susternya santai, guyonan, kadang bicarakan sinetron atau infotaiment di kamar operasi. Sungguh menyebal-kan. Si pasien kesakitan, deg-deg-an, di sambi menghitung benik, mati-hidup-mati-hiduo.

Bener-bener sense nya nggak ada sama sekali. Biaya relatif, lihat-lihat kelas-nya. Biaya operasi tergantung kelas kamar-nya

Di Singapore, dokter dan suster-nya, mekanik banget, jalankan SOP-nya, hilir mudik, tergesa-gesa, prang-preng-prang-preng, alat2 banyak bertumbukan. Sibuk banget, berisik-nya alat-lata dan suara paper work dan hilir mudik sangat dominan. Biaya mahal..

Di Penang, dokter dan suster, pelayanan bagus, SOP di jalankan dengan manusiawi, bahkan di Adventist ini kasih kristiani nampak nyata. Baik paperwork dan tanda2 di tempel jelas di dinding RS, juga brosur2 sangat membantu pasien dalam pengenalan akan penyakitnya. Biaya relatif murah, konon kabarnya lebih murah dari Jakarta sekalipun

Biaya hidup, makan dan tingal hampir sama dengan indo, juga bahasa-nya no problema. Nggak kayak di Luar Negeri.

Lha piye? Buanyak orang medan, surabaya dan jakarta di sini.

Bila ada teman yang perlu informasi tenang Penang, boleh hubungi-ku ceileee…

Read Full Post »